Insiden ini terjadi di Bandara Logan di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada Senin, 7 Januari waktu setempat. Saat itu, pesawat tengah disiapkan di landasan untuk keberangkatan selanjutnya setelah tiba dari Tokyo, Jepang pada pukul 10 pagi waktu setempat. Ketika itulah, asap ditemukan di bagian belakang pesawat.
Maskapai Japan Airlines (JAL) menyatakan, tak ada penumpang maupun kru pesawat yang terluka dalam insiden itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asap berasal dari api di baterai yang digunakan untuk auxiliary power unit (APU) yang terletak di ruang listrik di bagian belakang pesawat," imbuh JAL.
Disebutkan bahwa 172 penumpang, termasuk seorang bayi sebelumnya telah menaiki pesawat tersebut. Begitu pula dengan tiga kru kokpit dan delapan kru kabin. Mereka semua telah turun dari pesawat sebelum kebekaran tersebut terdeteksi.
"Kami tahu soal situasi tersebut dan kami tengah bekerja sama dengan maskapai untuk lebih memahami tentang hal itu sekarang," kata juru bicara Boeing Doug Alder.
Serangkaian masalah telah dilaporkan mengenai pesawat spektakuler Boeing tersebut. Pada 23 Juli 2012 lalu, maskapai Jepang lainnya, All Nippon Airways harus mengkandangkan lima pesawat 787 Dreamliner untuk diperbaiki karena adanya cacat pada mesin Rolls-Royce.
(ita/nrl)











































