Sebulan Absen karena Sakit, Menlu AS Hillary Clinton Kembali ke Kantor

Sebulan Absen karena Sakit, Menlu AS Hillary Clinton Kembali ke Kantor

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 07 Jan 2013 10:15 WIB
Sebulan Absen karena Sakit, Menlu AS Hillary Clinton Kembali ke Kantor
Hillary Clinton (Reuters)
Washington - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton akhirnya kembali bekerja setelah sekitar sebulan absen karena sakit. Mantan Ibu Negara AS ini mengalami serangkaian masalah kesehatan, termasuk salah satunya pembekuan darah di kepalanya, yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.

Kembalinya Menlu Hillary ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri AS saat mengumumkan jadwal dan agenda kementerian selama seminggu ke depan. Menurut jadwal tersebut, Hillary akan menggelar rapat dengan sejumlah staf dan pejabat Kemenlu di kantor mereka di Washington, pada Senin (7/1) pagi waktu setempat.

Rapat tersebut digelar tertutup. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (7/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mengikuti rapat internal, Menlu Hillary juga dijadwalkan mengikuti serangkaian rapat selama seminggu ke depan, termasuk salah satunya rapat dengan Menteri Pertahanan Leon Panetta dan Penasihat Keamanan Nasional Tom Donilon. Rapat tersebut akan digelar pada Selasa (8/1) di Gedung Putih.

Kemudian pada hari Kamis (10/1) mendatang, Menlu Hillary akan menjamu Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang datang berkunjung ke AS. Keduanya juga akan menghadiri jamuan makan malam bersama.

Diketahui bahwa selama nyaris sebulan terakhir, Hillary absen dari tugasnya sebagai Menlu AS karena sejumlah masalah kesehatan. Berawal pada awal bulan Desember lalu, saat Hillary terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat sakit virus perut yang dideritanya. Wanita berusia 65 tahun ini bahkan sempat pingsan dan mengalami gegar otak.

Hillary kemudian menjalani istirahat total di rumah. Namun pada 30 Desember 2012, Hillary kembali masuk rumah sakit karena adanya pembekuan darah di kepalanya. Hillary diperbolehkan kembali ke rumah pada Rabu (2/1) lalu.

Hillary selama empat tahun menjadi diplomat nomor satu di AS telah melakukan perjalanan sejauh nyaris 1 juta mil mengunjungi 112 negara. Sebelum jatuh pingsan, Hillary yang terserang virus perut sekembalinya dari tur lima hari di Eropa, juga telah membatalkan lawatannya ke Afrika Utara. Hillary dinobatkan sebagai salah satu wanita terkuat dan berpengaruh di dunia menurut sejumlah media massa.

Hillary akan lengser dari jabatannya pada awal tahun 2013. Presiden Barack Obama pun disebut-sebut telah menunjuk Senator John Kerry sebagai pengganti Hillary.

(nvc/nrl)


Berita Terkait