Duh! 4.460 Nyawa Melayang Jadi Korban Polusi Udara di Iran

Duh! 4.460 Nyawa Melayang Jadi Korban Polusi Udara di Iran

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 07 Jan 2013 03:41 WIB
Jakarta - Teheran, Ibu Kota Iran, adalah kota padat penduduk yang dilanda problem polusi udara yang melebihi ambang batas internasional. Begitu parahnya, polusi di Teheran sampai memakan 4.460 korban jiwa.

Iran memproduksi 60 juta liter bensin per hari. Bensin yang diproduksi Iran adalah bensin kelas rendah sebagai produk sampingan dari bensin impor Iran. Bensin kelas rendah tersebut lebih berpolusi daripada produk bensin kelas yang lebih tinggi.

"Berdasarkan Standar Euro 4, jumlah karsinogenik dalam bensin harus kurang dari satu persen. Namun polusi bensin di level domestik kita berada pada kisaran dua hingga tiga persen," kata Direktur Pelayanan Monitoring Udara Iran, Youssef Rashidi, seperti dilansir AFP, Senin (7/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delapan juta penduduk kota Teheran hidup dalam polusi udara hasil pembakaran bensin kelas rendah tersebut. Akibatnya, 4.460 jiwa menjadi korbannya.

Angka yang terbilang memprihatinkan tersebut terhitung sejak Maret 2011. Tercatat pasien rumah sakit di Teheran meningkat 30 persen karena menghirup zat karsinogenik yang terkandung dalam hasil pembakaran bensin.

"Dalam waktu terakhir, pasien di rumah sakit di Teheran meningkat 30 persen karena menderita gangguan jantung gara-gara ini," kata Penasihat Kementerian Kesehatan Iran, Hassan Aqajani.

Pemerintah Iran berjanji akan meningkatkan produksi bensin kelas lebih tinggi sesuai standar Eropa. Produksi akan ditingkatkan dari sembilan juta liter per hari menjadi sekitar 25 juta liter per hari mulai Maret 2013.

(tor/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini