Sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Minggu (6/1/2013), gelombang pertama militer AS ini tiba di Suriah pada Jumat (4/1/2013) lalu. Sedangkan 373 orang lainnya diterbangkan dari pangkalannya NATO di Jerman dalam beberapa hari ke depan sedangkan perbekalan tempurn akan dikirimkan lewat laut dari Oklahoma, AS.
Tidak lama setelah digelarnya kendaraan peluncur rudal Patriot tersebut di perbatasan, Presiden Suriah Bashar al-Assad dikabarkan berencana untuk menyampaikan pidato di hadapan rakyatnya pada Senin (7/1/2013). Bila terlaksana, maka akan merupakan penampilannya yang ke dua di hadapan warga Suriah selama negara tersebut diguncang krisis politik dan perang sipil sejak 21 bulan silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Assad terakhir berbicara di depan umum pada tanggal 3 Juni ketika berpidato di parlemen di Damaskus. Pada bulan November lalu, presiden yang hendak digulingkan warganya tersebut memberikan wawancara kepada televisi Rusia dan menegas akan "hidup dan mati" di Suriah.
Selain AS, Jerman dan Belanda yang merupakan anggota NATO juga menyatakan kesediaan mengirimkan pasukan tempur mereka. Penggelaran pasukan tersebut berdasarkan permintaan Turki yang was-was akan ancaman militer Suriah setalah militer dua negara bertetangga itu beberapa kali terlibat ketegangan.
Rusia dan Iran sangat berkeberatan dengan penggelaran rudal Patriot tersebut. Dua negara sekutu Suriah itu kuatir pelibatan NATO justru semakin meningkatkan ketegangan. Sementara Arab Saudi dan Mesir menyerukan segera mencari solusi damai untuk menghentikan krisis politik dalam negeri Suriah yang menurut PBB sudah menewaskan lebih dari 60 ribu orang.
(lh/van)











































