Rudal Patriot NATO Diarahkan ke Suriah

Rudal Patriot NATO Diarahkan ke Suriah

Luhur Hertanto - detikNews
Minggu, 06 Jan 2013 16:27 WIB
Rudal Patriot NATO Diarahkan ke Suriah
Pasukan AS dan peluncur rudal Patriot NATO. (foto: AFP)
Damaskus - Sebanyak 27 dari 400 anggota pasukan AS sudah tiba di perbatasan antara Turki dengan Suriah. Mereka akan mengoperasikan kendaraan peluncur peluru kendali Patriot NATO yang ditempatkan di sana untuk membantu Turki mempertahankan diri dari segala kemungkinan ancaman keamaan dari Suriah yang sedang dilanda gejolak politik.

Sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Minggu (6/1/2013), gelombang pertama militer AS ini tiba di Suriah pada Jumat (4/1/2013) lalu. Sedangkan 373 orang lainnya diterbangkan dari pangkalannya NATO di Jerman dalam beberapa hari ke depan sedangkan perbekalan tempurn akan dikirimkan lewat laut dari Oklahoma, AS.

Tidak lama setelah digelarnya kendaraan peluncur rudal Patriot tersebut di perbatasan, Presiden Suriah Bashar al-Assad dikabarkan berencana untuk menyampaikan pidato di hadapan rakyatnya pada Senin (7/1/2013). Bila terlaksana, maka akan merupakan penampilannya yang ke dua di hadapan warga Suriah selama negara tersebut diguncang krisis politik dan perang sipil sejak 21 bulan silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden Bashar al-Assad akan menyampaikan pidato pada hari Minggu pagi pada perkembangan terbaru di Suriah dan daerah," kata kantor berita resmi SANA Sabtu malam, tanpa menentukan apa waktu dia akan berbicara.

Assad terakhir berbicara di depan umum pada tanggal 3 Juni ketika berpidato di parlemen di Damaskus. Pada bulan November lalu, presiden yang hendak digulingkan warganya tersebut memberikan wawancara kepada televisi Rusia dan menegas akan "hidup dan mati" di Suriah.

Selain AS, Jerman dan Belanda yang merupakan anggota NATO juga menyatakan kesediaan mengirimkan pasukan tempur mereka. Penggelaran pasukan tersebut berdasarkan permintaan Turki yang was-was akan ancaman militer Suriah setalah militer dua negara bertetangga itu beberapa kali terlibat ketegangan.

Rusia dan Iran sangat berkeberatan dengan penggelaran rudal Patriot tersebut. Dua negara sekutu Suriah itu kuatir pelibatan NATO justru semakin meningkatkan ketegangan. Sementara Arab Saudi dan Mesir menyerukan segera mencari solusi damai untuk menghentikan krisis politik dalam negeri Suriah yang menurut PBB sudah menewaskan lebih dari 60 ribu orang.

(lh/van)


Berita Terkait