Seperti dilansir Asia One, Jumat (4/1/2013), foto tersebut menyebar secara luas melalui jejaring sosial Facebook. Mahasiswi berusia 23 tahun tersebut diperkosa secara bergiliran di dalam bus pada 16 Desember 2012 lalu, dan kemudian dilemparkan dari atas bus yang terus melaju.
Nama dan identitas si mahasiswi sengaja tidak dirilis oleh kepolisian dan media. Hal ini sesuai dengan undang-undang yang melindungi setiap korban kekerasan seksual dan juga keluarganya, demi menjauhkan mereka dari stigma sosial atau citra negatif di mata masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendapat komplain dari ayah korban yang menyatakan bahwa foto yang diunggah ke Facebook tersebut dan disebut-sebut sebagai korban pemerkosaan Delhi adalah palsu," jelas Vinayakumar.
"Foto tersebut diunggah dalam akun Facebook milik anaknya. Kami telah meminta kepada pihak Facebook untuk menghapus foto tersebut dan membantu menangkap pelaku tak bertanggungjawab yang mengunggah foto tersebut," imbuhnya.
Mahasisiwi yang menjadi korban pemerkosaan brutal ini meninggal dunia pada Jumat (28/12) malam, saat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Mahasiswi tersebut dilaporkan mengalami sejumlah luka parah di organ bagian dalam hingga berujung pada kegagalan organ dan nyawanya pun tak bisa diselamatkan.
Menyikapi kematian tersebut, aparat India akhirnya menjeratkan dakwaan pembunuhan terhadap keenam tersangka dalam kasus ini, termasuk si sopir bus dan seorang remaja di bawah umur. Jika terbukti bersalah atas dakwaan pembunuhan, maka keenam pria tersebut terancam hukuman mati.
(nvc/ita)










































