Aksi penembakan brutal itu terjadi di sebuah pasar sekitar 40 kilometer sebelah selatan Manila. Penembakan baru berakhir setelah pelaku tewas tertembak.
"Dia menembaki semua orang, warga, pedagang-pedagang," kata kepala kepolisian distrik kota Kawit, Jaime Rollon seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rollon menyebutkan, tersangka merupakan warga setempat bernama Ronald Pae. Namun belum diketahui motif perbuatan pria tersebut.
Dituturkannya, Pae juga tewas ditembak di pasar tersebut. Namun belum jelas siapa yang menembak pria itu hingga tewas.
Dikatakan Rollon, belum jelas bagaimana Pae mendapatkan senjata api tersebut. Namun diakui Rollon, sangat mudah untuk mendapatkan senjata di negeri itu.
"Ada banyak orang dengan senjata di sini. Ada warga sipil yang bersenjata, meskipun tanpa izin resmi untuk membawa senjata api," tutur Rollon.
Menurut data kepolisian, ada sekitar 1,2 juta senjata api yang terdaftar di Filipina pada tahun lalu. Namun sekitar 600 ribu senjata tanpa izin yang beredar di Filipina.
(ita/nrl)











































