Diselimuti Polusi, Pemerintah Iran Tutup Sekolah dan Perkantoran

Diselimuti Polusi, Pemerintah Iran Tutup Sekolah dan Perkantoran

Andri Haryanto - detikNews
Jumat, 04 Jan 2013 06:10 WIB
Diselimuti Polusi, Pemerintah Iran Tutup Sekolah dan Perkantoran
Foto: Polusi di Teheran/AFP
Teheran - Gubernur Teheran Morteza Tamadon memerintahkan sekolah, universitas, serta kantor-kantor pemerintahan di Ibu Kota Iran untuk tutup sementara waktu Sabtu pekan ini. Penutupan aktivitas di tempat-tempat tersebut menyusul tingkat polusi udara yang tinggi di kota tersebut.

Penutupan aktivitas tersebut merupakan kedua kalinya di Teheran. Layanan darurat juga menyarankan warga untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu ke luar kota.

Tamadon mengatakan, pihaknya mengambil langkah itu setelah Komite Polusi gagal menghilangkan kabut asap yang menyelimuti kota selama tiga hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penutupan bukan solusi, tetapi itu adalah keputusan terbaik. Menginggat tingkat indikator polusi yang tinggi dan berkepanjangan," kata Tamadon seperti dilansir AFP, Jumat (4/1/2013).

Meski demikian, petugas medis dan layanan darurat tetap disiagakan selama massa penutupan aktivitas pemerintahan dan sekolah. Selain itu kegiatan olahraga juga akan ditunda sampai pekan depan.

Langkah serupa diambil tanggal 3 Desember 2012. Ketika polusi udara menyelimuti Teheran. Mantan Menteri Kesehatan Marzieh Vahid Dastjerdi mendesak warga untuk meninggalkan Kota Teheran.

Dalam tayangan televisi lokal, Wakil Presiden untuk Perlindungan Lingkungan menyatakan pihaknya akan menerapkan pembatasan lalu lintas guna menanggulangi polusi di Teheran.

Sanksi barat pada impor bahan bakar memaksa IRan untuk mengandalkan produksi bahan bakar dalam negeri dengan kelas yang lebih rendah. Upaya pemerintah setempat terus dilakukan untuk meningkatkan transportasi massal bagi masyarakat. Namun, upaya tersebut tidak sejalan dengan jumlah peningkatan pengguna mobil dan kendaraan-kendaraan tua yang masih ada di jalanan sehingga memproduksi polutan di jalanan.

(ahy/spt)


Berita Terkait