Menurut Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir Asia One, Kamis (3/1/2013), pesawat tempur milik militer Suriah membombardir kota Moadamiyet al-Sham, sebelah barat daya Damaskus, pada Rabu (2/1). Serangan tersebut menewaskan 12 orang. Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak.
Pesawat tempur tersebut juga menyerang kota Shebaa dan kota Deir Assafir, yang ada di selatan Damaskus. Kota-kota tersebut memang dikuasai oleh kelompok pemberontak yang menentang rezim Presiden Bashar al-Assad.
Sedangkan di kota Harasta dan Douma, tentara loyalis Presiden Assad terlibat baku tembak dengan kelompok pemberontak. Militer Suriah memfokuskan serangan di kedua wilayah tersebut demi menggiring tentara pemberontak, Free Syrian Army, keluar dari wilayah tersebut.
Sementara itu, serangan di wilayah Qaboon memaksa para pengungsi Palestina melarikan diri ke tempat yang aman.
Hingga saat ini, PBB mencatat konflik di Suriah yang telah berlangsung selama 21 bulan itu telah menewaskan lebih dari 60.000 ribu orang, yang sebagian besar dari kalangan sipil. Sementara ribuan lainnya terluka dan ratusan ribu lainnya menjadi pengungsi di negara-negara tetangga.
(nvc/nrl)











































