Pengacara India Kompak Tolak Membela Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi

Pengacara India Kompak Tolak Membela Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Jan 2013 16:34 WIB
Pengacara India Kompak Tolak Membela Pelaku Pemerkosaan Mahasiswi
Ilustrasi
New Delhi - Para pelaku pemerkosaan mahasiswi India akan segera menjalani persidangan di pengadilan setempat. Namun ternyata para pengacara di India sepakat menolak untuk membela para pelaku yang juga dijerat pasal pembunuhan tersebut.

Sidang perdana kasus ini akan digelar di pengadilan distrik Saket, pada Kamis (3/1) besok. Polisi telah mempersiapkan surat dakwaan setebal 1.000 halaman bagi keenam tersangka.

"Kami telah memutuskan bahwa tidak ada satu pengacara pun yang bersedia membela para tersangka pemerkosaan, karena sangat tidak bermoral untuk membela pelaku pemerkosaan," ujar seorang pengacara India bernama Sanjay Kumar, yang juga merupakan anggota Asosiasi Pengacara Distrik Saket kepada AFP, Rabu (2/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kumar, sekitar 2.500 pengacara yang terdaftar dan memiliki izin telah memutuskan untuk 'menjauh' dari kasus tersebut demi menjamin proses peradilan yang cepat. Kesepakatan tersebut dibenarkan oleh seorang pengacara lainnya yang dihubungi oleh AFP.

Dengan adanya penolakan ini, maka pemerintah India sendiri yang harus menunjuk pengacara untuk membela pelaku dalam persidangan. Sebab, setiap terdakwa berhak untuk mendapat pendampingan hukum saat diadili.

Ada 6 orang terdakwa yang akan diadili pada Kamis (3/1) besok. Lima terdakwa di antaranya dijerat dakwaan berlapis, yakni dari pemerkosaan, pembunuhan dan penculikan. Jaksa penuntut nampaknya tidak segan-segan menuntut hukuman mati bagi para terdakwa.

Sementara itu, terdakwa keenam yang diyakini masih di bawah umur, yakni berusia 17 tahun, akan diadili secara terpisah di pengadilan khusus remaja.

Korban yang merupakan seorang mahasiswi berusia 23 tahun, meninggal dunia pada Jumat (28/12) malam, saat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Mahasiswi tersebut dilaporkan mengalami sejumlah luka parah di organ bagian dalam hingga berujung pada kegagalan organ dan nyawanya pun tak bisa diselamatkan.

Pada insiden yang terjadi 16 Desember lalu, mahasiswi tersebut diperkosa secara bergiliran oleh 6 pria di dalam sebuah bus yang melaju di jalanan New Delhi, India. Tidak hanya diperkosa, korban juga dipukuli dengan tongkat besi dan kemudian dilempar keluar dari bus. Jenazah mahasiswi yang tidak disebutkan namanya tersebut telah dikremasi dalam upacara pemakaman terbatas yang hanya dihadiri keluarga dan kerabatnya, pada Minggu (30/12) kemarin.

Menyikapi kematian tersebut, aparat India akhirnya menjeratkan dakwaan pembunuhan terhadap keenam tersangka dalam kasus ini, termasuk si sopir bus dan seorang pria di bawah umur. Jika terbukti bersalah atas dakwaan pembunuhan, maka keenam pria tersebut terancam hukuman mati.

(nvc/nrl)


Berita Terkait