Sidang perdana kasus ini akan digelar di pengadilan distrik Saket, pada Kamis (3/1) besok. Polisi telah mempersiapkan surat dakwaan setebal 1.000 halaman bagi keenam tersangka.
"Kami telah memutuskan bahwa tidak ada satu pengacara pun yang bersedia membela para tersangka pemerkosaan, karena sangat tidak bermoral untuk membela pelaku pemerkosaan," ujar seorang pengacara India bernama Sanjay Kumar, yang juga merupakan anggota Asosiasi Pengacara Distrik Saket kepada AFP, Rabu (2/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya penolakan ini, maka pemerintah India sendiri yang harus menunjuk pengacara untuk membela pelaku dalam persidangan. Sebab, setiap terdakwa berhak untuk mendapat pendampingan hukum saat diadili.
Ada 6 orang terdakwa yang akan diadili pada Kamis (3/1) besok. Lima terdakwa di antaranya dijerat dakwaan berlapis, yakni dari pemerkosaan, pembunuhan dan penculikan. Jaksa penuntut nampaknya tidak segan-segan menuntut hukuman mati bagi para terdakwa.
Sementara itu, terdakwa keenam yang diyakini masih di bawah umur, yakni berusia 17 tahun, akan diadili secara terpisah di pengadilan khusus remaja.
Korban yang merupakan seorang mahasiswi berusia 23 tahun, meninggal dunia pada Jumat (28/12) malam, saat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Mahasiswi tersebut dilaporkan mengalami sejumlah luka parah di organ bagian dalam hingga berujung pada kegagalan organ dan nyawanya pun tak bisa diselamatkan.
Pada insiden yang terjadi 16 Desember lalu, mahasiswi tersebut diperkosa secara bergiliran oleh 6 pria di dalam sebuah bus yang melaju di jalanan New Delhi, India. Tidak hanya diperkosa, korban juga dipukuli dengan tongkat besi dan kemudian dilempar keluar dari bus. Jenazah mahasiswi yang tidak disebutkan namanya tersebut telah dikremasi dalam upacara pemakaman terbatas yang hanya dihadiri keluarga dan kerabatnya, pada Minggu (30/12) kemarin.
Menyikapi kematian tersebut, aparat India akhirnya menjeratkan dakwaan pembunuhan terhadap keenam tersangka dalam kasus ini, termasuk si sopir bus dan seorang pria di bawah umur. Jika terbukti bersalah atas dakwaan pembunuhan, maka keenam pria tersebut terancam hukuman mati.
(nvc/nrl)










































