Insiden ini terjadi di Pusat Rehabilitasi Remaja Lima yang terletak di distrik San Miguel, Peru. Otoritas kehakiman setempat menuturkan, para narapidana tersebut melarikan diri dalam dua kelompok.
Kelompok pertama yang terdiri atas 13 narapidana melarikan diri tepat saat malam tahun baru (31/12) atau menjelang pergantian tahun. Saat para sipir sedang disibukkan oleh persiapan perayaan tahun baru, para narapidana sengaja memicu keributan dan kemudian menggunakan kekacauan di dalam penjara untuk melumpuhkan sipir penjara dan melarikan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut jaksa wilayah setempat, Jorge Sanz, polisi baru berhasil menangkap kembali 8 narapidana yang kabur. Sedangkan narapidana lainnya masih dalam pengejaran.
Diyakini, aksi pelarian ini dipimpin oleh seorang narapidana remaja yang dijuluki 'Gringasho'. Gringasho merupakan penjahat kelas kakap yang bertanggung jawab atas 10 kasus pembunuhan.
"Remaja-remaja tersebut kabur melalui pintu depan," jelas Sanz kepada wartawan setempat.
Menyusul insiden ini, sejumlah sipir penjara dipecat dan sebanyak 7 orang pengawal penjara tersebut dimutasi ke penjara lain. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan mendalam atas insiden ini. Penyelidikan difokuskan pada cara para narapidana kabur dan dugaan adanya bantuan dari pihak dalam.
Penjara ini berkapasitas 370 narapidana, namun digunakan menampung 1.000 narapidana. Warga setempat telah sejak lama mengeluhkan keberadaan penjara tersebut yang seringkali mengancam keseharian warga. Bahkan warga meminta otoritas setempat untuk menutup penjara tersebut dan memindahkannya ke wilayah pinggiran yang jauh dari pemukiman warga.
(nvc/nrl)











































