"Militer India, baik angkatan darat, angkatan udara maupun angkatan laut memutuskan untuk membatalkan seluruh rencana perayaan menyambut tahun baru . Mereka ingin mendedikasikan hari terakhir di tahun ini bagi korban pemerkosaan," jelas seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan India kepada AFP, Senin (31/12/2012).
Si pejabat yang enggan disebut namanya ini menuturkan, keputusan pembatalan perayaan tersebut dilakukan berdasar insiatif sendiri dan tanpa adanya perintah dari atasan maupun kementerian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan hotel bintang lima Ashoka di India, memutuskan untuk menutup kelab malam mereka yang sangat terkenal, di malam tahun baru. Kemudian sejumlah pemilik bar yang biasanya menggelar pesta meriah, juga memutuskan untuk membatalkan setiap perayaan yang telah direncanakan sejak jauh-jauh hari.
"Tahun baru kali ini tidak akan sama bagi saya dan kebanyakan teman saya," ujar seorang warga setempat Ashish Gupta (34) yang ikut serta dalam unjuk rasa menentang kasus pemerkosaan di India.
"Hati kami tertuju bagi keluarga korban yang selalu memperjuangkan hidupnya dengan sangat berani. Setidaknya kami ingin menunjukkan penghormatan kami dan menyampaikan bela sungkawa kami yang mendalam," imbuhnya.
Mahasiswi berusia 23 tahun tersebut meninggal dunia pada Jumat (28/12) malam, saat dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Mahasiswi tersebut dilaporkan mengalami sejumlah luka parah di organ bagian dalam hingga berujung pada kegagalan organ dan nyawanya pun tak bisa diselamatkan.
Pada insiden yang terjadi 16 Desember lalu, mahasiswi tersebut diperkosa secara bergiliran oleh 6 pria di dalam sebuah bus yang melaju di jalanan New Delhi, India. Tidak hanya diperkosa, korban juga dipukuli dengan tongkat besi dan kemudian dilempar keluar dari bus. Jenazah mahasiswi yang tidak disebutkan namanya tersebut, tiba di India, pada Minggu (30/12), setelah diterbangkan dari Singapura. Setibanya di India, jenazah mahasiswi yang tidak disebut namanya tersebut dikremasi dalam upacara pemakaman terbatas yang hanya dihadiri keluarga dan kerabatnya.
Menyikapi kematian tersebut, keenam tersangka dalam kasus ini, termasuk si sopir bus dan seorang pria di bawah umur, juga didakwa pasal pembunuhan. Jika terbukti bersalah atas dakwaan pembunuhan, jelas Rajan, maka keenam pria tersebut terancam hukuman mati.
(nvc/ndr)










































