Dengan pemecatan ini, maka negara bagian Jalisco kehilangan nyaris separuh dari jumlah total polisi yang bertugas di wilayahnya. Total ada 68 personel kepolisian yang bertugas di kota Ayotlan, Jalisco. Keputusan pemecatan ini dikeluarkan pasca pengunduran diri besar-besaran yang dilakukan oleh 16 polisi di negara bagian tetangga, Michoacan.
Seperti dilansir AFP, Senin (31/12/2012), polisi-polisi di Jalisco tersebut mogok kerja sejak Jumat (28/12). Aksi tersebut merupakan bentuk protes dan kemarahan mereka atas serangan di sebuah kantor polisi pada 23 Desember lalu, yang menewaskan 3 polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui bahwa konflik antar kartel narkoba di sejumlah wilayah Meksiko, terutama yang dekat dengan perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko, terus memakan korban jiwa. Bahkan tercatat antara 21-24 Desember lalu, sedikitnya 24 orang tewas dalam aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah kartel narkoba di Jalisco dan Michoacan.
Secara terpisah, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto yang menjabat sejak 1 Desember lalu, telah berjanji untuk meningkatkan keamanan publik dalam menghadapi kekerasan antar geng narkoba. Tercatat, kekerasan semacam ini telah menewaskan lebih dari 60 ribu orang di Meksiko dalam 6 tahun terakhir.
(nvc/ndr)











































