Sebut Gaji Kanselir Jerman Terlalu Rendah, Penantang Merkel Dikecam

Sebut Gaji Kanselir Jerman Terlalu Rendah, Penantang Merkel Dikecam

Nurul Hidayati - detikNews
Minggu, 30 Des 2012 18:02 WIB
Sebut Gaji Kanselir Jerman Terlalu Rendah, Penantang Merkel Dikecam
Reuters
Frankfurt -

Kandidat kanselir Jerman dari Partai Sosial Demokrat (SPD) Peer Steinbrueck mendapat kritikan gara-gara komentarnya bahwa gaji kanselir Jerman terlalu rendah. Steinbrueck adalah penantang Angela Merkel pada pemilu tahun depan.

"Seorang kanselir Jerman tidak mendapatkan (penghasilan) yang cukup berdasarkan performa yang dibutuhkan dibandingkan dengan pekerjaan orang-orang lain yang lebih rendah tingkat tanggung jawabnya namun mendapat bayaran lebih," kata Steinbrueck (65) sebagaimana yang dilansir koran Frankfurt, Allgemeine Sonntagszeitung. Steinbrueck yang terkenal suka bicara blak-blakan, selama 3 tahun terakhir meraup penghasilan 1,25 juta euro (sekitar Rp 16 miliar) sebagai pembicara dalam 89 acara after-dinner.

"Nyaris semua direktur bank di North-Rhine Westphalia (negara bagian di Jerman-red) mendapat penghasilan lebih dari kanselir," kata mantan menteri keuangan, yang kalah dari Merkel pada pemilu 2009 lalu ini, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (30/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaji Merkel akan meningkat 930 euro (Rp 11,8 juta) per bulan menjadi 17.106 euro (Rp 218 juta) pada tahun 2013 bersamaan dengan kenaikan gaji menterinya dan anggota parlemen. Kenaikan ini dikritik sejumlah kalangan sebagai sinyal yang salah di era penghematan seperti saat ini.

Pendapat Steinbrueck dikritik oleh Schroeder, kanselir periode 1998-2005, meskipun dia mendukung Steinbrueck menantang Merkel dalam pemilu mendatang.

"Dalam pandangan saya, politisi di Jerman mendapatkan kompensasi yang memadai," katanya.

"Saya selalu bisa hidup dari gaji saya. Dan siapa pun yang tidak merasa gaji itu cukup selalu dapat mencari pekerjaan lain," imbuhnya.

Kritik juga datang dari rekan separtai Steinbrueck. Dieter Wiefelspuetz, anggota parlemen dari SPD, menyatakan bahwa para politisi telah tersesat bila mereka membandingkan gaji mereka dengan penghasilan profesional di industri swasta.

"Mengabdi sebagai kanselir adalah pekerjaaan menarik dan bayarannya pasti tidak buruk," ujarnya.

Steinbrueck dipandang sebagai harapan terbaik kalangan tengah-kiri untuk memenangkan kembali kekanseliran. Dia populer sebagai mantan menkeu yang sungguh-sungguh dan dia diharapkan bisa menyedot suara.

Namun dia tidak bebas dari kontroversi, seperti penghasilannya yang luar biasa dari pidato after-dinner selama tiga tahun terakhir, maupun pernyataannya yang terbaru soal gaji kanselir tersebut.

Steinbrueck juga harus berjuang untuk meraup suara pemilih perempuan, yang terganggu dengan gaya agresifnya. "Merkel populer karena 'bonus wanita' yang dia peroleh," ujar Steinbrueck.

(nrl/nwk)


Berita Terkait