Rusia Tak Mau Bujuk Presiden Suriah Mundur

Rusia Tak Mau Bujuk Presiden Suriah Mundur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 22 Des 2012 17:07 WIB
Rusia Tak Mau Bujuk Presiden Suriah Mundur
Foto: AFP
Moskow, - Konflik Suriah belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sejumlah negara terus mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur demi menghentikan pertumpahan darah. Namun pemerintah Rusia menolak untuk bertindak sebagai perantara yang mencoba membujuk Assad untuk mengundurkan diri.

"Kami tidak mengurus perubahan rezim. Beberapa pemain regional mengusulkan kami 'Kenapa Anda tidak menyuruh Presiden Assad untuk pergi? Kami akan mengatur tempat yang aman untuknya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/12/2012).

"Jawaban saya sangat simpel: jika memang yang mengusulkan ini pada kami berpikiran seperti itu, mereka harus menyampaikannya langsung ke Presiden Assad. Mengapa mereka harus menggunakan kami sebagai perantara? Jika Presiden Assad tertarik, hal ini harus dibahas langsung dengannya," cetus pejabat tinggi Rusia itu dalam wawancara dengan stasiun TV Russia Today.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Rusia hingga kini terus berseberangan dengan negara-negara Barat dan sejumlah negara Arab mengenai konflik Suriah. Rusia dengan tegas menolak upaya untuk menggulingkan rezim Assad. Sementara Barat dan sejumlah negara Arab kian gencar mendesak Assad meletakkan jabatan.

Rusia bersama China, telah tiga kali memveto alias menggagalkan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi dan tekanan terhadap pemerintah Suriah.

Moskow menegaskan, pihaknya tak akan membiarkan terulangnya skenario di Libya, di mana pasukan NATO membantu para pemberontak menggulingkan Muammar Khadafi setelah Rusia menyetujui resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai krisis Libya.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini