"Kami tidak mengurus perubahan rezim. Beberapa pemain regional mengusulkan kami 'Kenapa Anda tidak menyuruh Presiden Assad untuk pergi? Kami akan mengatur tempat yang aman untuknya," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/12/2012).
"Jawaban saya sangat simpel: jika memang yang mengusulkan ini pada kami berpikiran seperti itu, mereka harus menyampaikannya langsung ke Presiden Assad. Mengapa mereka harus menggunakan kami sebagai perantara? Jika Presiden Assad tertarik, hal ini harus dibahas langsung dengannya," cetus pejabat tinggi Rusia itu dalam wawancara dengan stasiun TV Russia Today.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia bersama China, telah tiga kali memveto alias menggagalkan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi dan tekanan terhadap pemerintah Suriah.
Moskow menegaskan, pihaknya tak akan membiarkan terulangnya skenario di Libya, di mana pasukan NATO membantu para pemberontak menggulingkan Muammar Khadafi setelah Rusia menyetujui resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai krisis Libya.
(ita/ita)










































