Pria Iran itu beserta istrinya tiba di bandara Dulles pada 6 November lalu sekembalinya mereka dari Tabriz, Iran untuk menemui putri dan cucu mereka. Istri Sarreshteh merupakan warga negara AS dan Sarreshteh sendiri pemegang kartu hijau (green card), namun dia tak pernah berada di AS dalam tiga tahun terakhir.
Hal inilah yang menimbulkan kecurigaan petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan di bandara sehingga menginterogasi pasangan tersebut secara intens.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sang istri, begitu selesai diinterogasi, suaminya tampak pucat dan ketakutan. Dua hari kemudian dia mengalami serangan jantung dan meninggal pada 8 November lalu.
Keluarga Sarreshteh beranggapan, interogasi panjang dan kasar yang dilakukan para petugas telah menyebabkan kematiannya "dikarenakan lima jam stres."
Keluarga Sarreshteh kini tengah mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan terhadap Bea Cukai. "Ini pada dasarnya merupakan penahanan yang tidak sah," tutur pengacara keluarga Sarreshteh, Demetrios Pikrallidas.
"Tak ada alasan untuk menahannya selama lima jam," imbuhnya.
Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan di Dulles membantah telah memperlakukan pasangan tersebut dengan tidak semestinya. Ditegaskan bahwa interogasi tersebut sifatnya adalah rutin.
(ita/nrl)











































