Hal tersebut disampaikan Park dalam pidato pertamanya setelah terpilih menjadi presiden wanita pertama di Korsel. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (20/12/2012).
Park juga menekankan soal ancaman keamanan dari Korut atas peluncuran roket terbarunya. Namun wanita berumur 60 tahun itu juga berjanji akan berupaya untuk menciptakan stabilitas regional di Asia Timur laut di mana Korsel, China dan Jepang terlibay dalam serangkaian sengketa wilayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan menepati janji yang saya sampaikan pada kalian untuk membuka era baru di semenanjung Korea, yang didasarkan pada keamanan yang kuat dan diplomasi atas dasar kepercayaan," imbuh presiden terpilih Korsel itu.
Selama masa kampanye kepresidenannya, Park telah menjanjikan kebijakan peningkatan hubungan dengan Korut. Park pun membuka kemungkinan untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin muda Korut Kim Jong-Un, yang berkuasa setahun lalu.
Park mengukir sejarah dengan menjadi presiden wanita pertama Korsel setelah memenangi pemilihan presiden yang digelar Rabu, 19 Desember. Wanita yang melajang itu menang atas Moon Jae-in dengan meraih 51 persen suara sementara rivalnya mengumpulkan 48 persen suara.
(ita/nrl)










































