"Talabani meninggalkan rumah sakit Medical City di Baghdad, menuju Republik Federal Jerman, di bawah pengawasan tim medis khusus," demikian pernyataan kepresidenan Irak dalam situsnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (20/12/2012).
Talabani telah dirawat di rumah sakit sejak Senin, 17 Desember malam lalu setelah mengalami "darurat medis" akibat kelelahan. Namun menurut stasiun televisi pemerintah, Talabani mengalami stroke. Sebelumnya, para dokter telah mengatakan bahwa kondisinya mulai membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalal Talabani merupakan link penggabung krusial antara Kurdi Irak dan Baghdad," kata analis International Crisis Group, Maria Fantappie mengenai wilayah otonomi Kurdi di Irak utara yang berseteru dengan pemerintah Baghdad mengenai sejumlah isu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Talabani berjuang menghadapi sejumlah masalah kesehatan yang dideritanya. Pada tahun 2008 lalu, Talabani pernah menjalani operasi jantung di Amerika Serikat. Setahun sebelumnya, Talabani pernah dilarikan ke negara tetangga, Yordania, untuk menjalani perawatan medis akibat dehidrasi dan kelelahan.
Tidak hanya itu, Talabani juga diketahui sering terbang ke AS dan Eropa untuk menjalani perawatan medis atas sejumlah penyakitnya yang lain.
Meski tidak disebutkan seberapa bahaya penyakit yang diderita Talabani, namun Wakil Presiden Khudayr al-Khuzaie telah dipersiapkan untuk menggantikan Talabani, jika sesuatu yang buruk terjadi.
(ita/nrl)











































