"Kami akan membangun di Yerusalem untuk semua warganya, ini hal yang telah dilakukan oleh semua pemerintahan terdahulu dan ini sesuatu yang akan terus dilakukan pemerintahan saya," tegas Netanyahu dalam pertemuan dengan para duta besar asing seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (20/12/2012).
"Yerusalem telah menjadi ibukota rakyat Yahudi selama 3.000 tahun," cetus Netanyahu. "Bayangkan jika Anda akan membatasi pembangunan di ibukota Anda sendiri, itu tidak masuk akal," imbuh pemimpin negeri Yahudi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut para analis Israel, perluasan pembangunan tersebut sebagai upaya Netanyahu untuk meningkatkan dukungan bagi partai Likud pimpinannya menjelang pemilihan parlemen yang akan digelar 22 Januari 2013 mendatang.
Juru bicara Netanyahu, Mark Regev mengatakan, saat ini baru 3 ribu unit rumah yang rencana pembangunannya telah mendapat persetujuan resmi kabinet.
Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara lainnya telah mengecam keras rencana pembangunan tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mencetuskan, Washington "sangat kecewa karena Israel bersikeras untuk terus melakukan pola aksi provokatif ini."
Ditekankan Nuland, perluasan pemukiman tersebut mengancam tujuan untuk mencapai solusi dua negara yang terus tertunda.
(ita/nrl)











































