Seperti dilansir Reuters, Rabu (19/12/2012), keempat anak yang dimakamkan tersebut berusia 6 dan 7 tahun. Mereka adalah Charlotte Bacon (6), Daniel Barden (7), Caroline Previdi (6) dan Chase Kowalski (7).
Pemakaman tersebut dilakukan secara privat dan dihadiri oleh pihak keluarga saja. Namun secara khusus, keluarga Chase Kowalski mengundang publik untuk menghadiri acara doa bersama di kediaman mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang lagi korban yang dimakamkan yakni Victoria Soto yang merupakan salah satu guru SD Sandy Hook.
Pemakaman ini merupakan gelombang kedua yang dilakukan di Connecticut. Pada Senin (17/12) lalu, ada 2 anak SD Sandy Hook yang dimakamkan. Kedua anak tersebut adalah Noah Pozner (6) dan Jack Pinto (6).
Noah yang baru berulang tahun ke-6 pada bulan lalu ini, merupakan korban tewas termuda. Keluarganya menggambarkan Noah sebagai anak laki-laki dengan rasa ingin tahu besar dan terkadang bersikap sedikit lebih dewasa dari usianya. Sedangkan Jack yang juga berusia 6 tahun, dikenal sebagai seorang pegulat cilik yang sangat menggemari olahraga. Bahkan sebagai salah satu bentuk penghormatan, pemain football dari New York Giants, Vintor Cruz bermain dengan mengenakan sepatu dan sarung tangan yang bertuliskan nama 'Jack Pinto'.
Penembakan brutal yang dilakukan pemuda berusia 20 tahun, Adam Lanza di SD Sandy Hook menewaskan 20 anak-anak dan 6 orang dewasa, yang merupakan staf dan guru. Seluruh anak-anak malang tersebut berusia 6 dan 7 tahun. Sedangkan 6 korban tewas lainnya merupakan Kepala Sekolah SD Sandy Hook, seorang psikolog yang bekerja di sekolah tersebut dan 4 orang guru.
Sementara itu, sekolah-sekolah di Newtown dibuka kembali pada Selasa (18/12) waktu setempat, setelah sempat ditutup sejak Jumat (14/12) lalu. Namun SD Sandy Hook yang menjadi lokasi pembantaian itu, hingga kini masih ditutup. Sekolah-sekolah lainnya di Newtown dibuka dengan para polisi dan konselor ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut.
(nvc/ita)











































