Tempat-tempat pemungutan suara telah ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat. Begitu pemilu berakhir, exit poll gabungan oleh tiga stasiun televisi memberikan kemenangan bagi Park, putri mendiang diktator Park Chung-Hee.
Wanita berumur 60 tahun itu unggul dengan meraih 50,1 persen suara sementara rivalnya, Moon mendapatkan 48,9 persen. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami senang," seru Kwon Young-Se, salah seorang staf kampanye Park. "Exit poll memang masih hasil sementara, jadi kami akan menanti dengan sabar sampai semua suara dihitung," imbuhnya.
Sementara para pendukung Park yang berkumpul di luar kediamannya, bersorak-sorai gembira dan melambai-lambaikan bendera nasional Korsel.
Jika Park menang dalam pemilu ini, maka dia akan mengukir sejarah sebagai presiden wanita pertama di negeri Ginseng itu. Diketahui bahwa nama Park Geun-Hye sebenarnya tidak asing bagi rakyat Korsel pada umumnya.
Nama wanita itu sangat melekat dengan kebesaran nama sang ayah, Park Chung-Hee, yang memimpin Korsel selama 18 tahun. Park diusung oleh Partai Saenuri, yang juga menaungi Presiden Korsel saat ini. Jika terpilih, maka Park akan mencetak sejarah sebagai presiden wanita pertama di Korsel, yang hingga saat ini pemerintahannya sangat didominasi oleh kaum pria.
Sedangkan penantangnya, Moon Jae-In juga tidak diragukan sepak terjangnya dalam dunia politik di Korsel. Moon yang diusung oleh Partai Persatuan Demokratik yang merupakan oposisi ini, merupakan mantan pengacara yang khusus memperjuangkan HAM. Bahkan, Moon pernah dipenjara karena ikut serta dalam unjuk rasa menentang rezim otoriter Park Chung-Hee kala itu.
(ita/nrl)











































