Dokter India Bunuh Diri Setelah Berpisah dengan Tunangannya

Dokter India Bunuh Diri Setelah Berpisah dengan Tunangannya

- detikNews
Selasa, 18 Des 2012 11:19 WIB
Dokter India Bunuh Diri Setelah Berpisah dengan Tunangannya
Dr Emma Wrighton (Wales News)
London, - Seorang dokter kelahiran India di Inggris bunuh diri setelah dipaksa memutuskan pertunangannya dengan seorang wanita berkulit putih. Hubungan cinta tersebut tidak disetujui orangtua sang dokter.

Dr Madhu Honnaiah berpisah dari koleganya, Dr Emma Wrighton (32) setelah orangtuanya menolak pertunangan mereka. Juga karena Wrighton menolak pernikahan secara Hindu.

Honnaiah yang bekerja sebagai ahli anestesi mengakhiri hidupnya dengan menyuntikkan campuran obat-obat mematikan. Pria India berumur 33 tahun itu sedang sendirian ketika menyuntikkan obat tersebut. Kejadian itu terjadi tujuh bulan setelah pasangan tersebut berpisah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian terungkap dalam sidang koroner yang digelar di kota Swansea, Inggris seperti diberitakan harian Telegraph, Selasa (18/12/2012).

Dalam sidang terungkap, Dr Honnaiah memulai hubungan dengan koleganya, Dr Wrighton pada tahun 2008 saat bekerja di Liverpool, Inggris. Dr Wrighton kemudian pergi bekerja di Australia namun pasangan itu terus menjalin hubungan.

Sampai akhirnya kedua dokter tersebut bertunangan pada tahun 2010, namun Dr Honnaiah tidak memberitahu orangtuanya yang tinggal di India mengenai pertunangan tersebut.

Dikatakan seorang penyidik, Huw Evans, Dr Honnaiah takut memberitahu orangtuanya dikarenakan masalah perbedaan budaya dan keyakinan. Namun hubungan cinta itu diketahui orangtua Honnaiah saat mereka mengunjungi putranya itu di Inggris.

"Orangtuanya ingin dia menikahi seseorang dari kastanya atau dari wilayah Bangalore India tempat dia tumbuh," kata Evans di persidangan.

Dr Honnaiah kemudian mengusulkan pernikahan secara Hindu kepada tunangannya, namun Dr Wrighton menolaknya. Pasangan itu pun putus pada September 2010 dan Dr Honnaiah pindah ke kota Swansea pada Januari 2011.

"Setelah putus hubungan itu, rekan-rekan mengkhawatirkan kondisi Dr Honnaiah," tutur Evans.

Terungkap pula bahwa beberapa hari sebelum kematian Honnaiah, Wrighton khawatir akan keadaan mantan tunangannya itu dan mencoba meneleponnya. Namun Honnaiah tak bisa dihubungi sampai akhirnya Wrighton pergi ke Swansea untuk menemui Honnaiah di rumahnya. Namun wanita itu gagal menemui pria itu di apartemennya di Swansea.

Sampai akhirnya rekan-rekan Honnaiah sesama ahli anestesi menemukan pria itu sudah tak bernyawa di dalam apartemennya. Di dekat mayatnya ditemukan surat tulisan tangan yang menjelaskan bahwa Honnaiah memang berniat mengakhiri hidupnya.

"Saya pikir jelas bahwa putusnya hubungan dengan Dr Wrighton telah menyebabkan Dr Honnaiah sangat tertekan," tandas koroner Swansea, Philip Rogers.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads