Petisi pengendalian senjata api yang ditujukan kepada Presiden Barack Obama menuai banyak dukungan warga Amerika Serikat (AS). Hanya dalam waktu 3 hari setelah tragedi penembakan brutal di Connecticut, petisi tersebut mendapat lebih dari 150 ribu tanda tangan.
Petisi tersebut mendorong Presiden Obama untuk segera menetapkan perundang-undangan yang membatasi akses kepada senjata api di AS. Petisi ini diajukan secara online melalui situs Gedung Putih pada Jumat (14/12) lalu dan saat ini terdapat 158 ribu dukungan bagi petisi tersebut.
"Kelompok-kelompok lobi yang kuat memungkinkan kepemilikan senjata api melampaui amanat Konstitusi tentang hak memiliki senjata," demikian bunyi penjelasan dalam petisi tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (18/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, Kongres harus bertindak seperti yang dinyatakan dalam undang-undang, dan menghadapi realita bahwa akses terhadap senjata api telah melampaui yang diamanatkan Amandemen Kedua. Tanda tangan bagi petisi ini menggambarkan keinginan publik bagi adanya diskusi kedua pihak demi mewujudkan undang-undang yang mengatur bagaimana warga bisa mendapatkan senjata," imbuh pernyataan yang bisa dilihat dalam www.whitehouse.gov tersebut.
Aksi penembakan brutal terjadi di SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut, AS, pada Jumat (14/12) waktu setempat. Penembakan ini menewaskan total 28 orang, terdiri atas 20 anak-anak dan 7 orang dewasa termasuk pelaku, serta ibu pelaku.
Pelaku penembakan bernama Adam Lanza. Pria berusia 20 tahun itu masuk ke dalam dua ruang kelas dan melepas tembakan secara membabi buta, kemudian bunuh diri. Sebelum pergi ke SD Sandy Hook, Adam menembak mati ibunya di rumah mereka.
Tragedi tersebut langsung memicu desakan keras bagi pemerintahan Obama untuk segera menetapkan undang-undang yang mengatur pengendalian senjata api di AS. Saat mengunjungi langsung keluarga korban di kota Newtown, Connecticut, AS pada Minggu (16/12) malam, Obama berjanji dirinya akan menggunakan wewenang yang dia punya demi menghentikan terulangnya penembakan brutal semacam itu.
Namun terhadap petisi ini, belum ada tanggapan khusus dari Obama maupun Gedung Putih.
(nvc/ita)










































