2 Anak Korban Penembakan Brutal di Connecticut Dimakamkan

2 Anak Korban Penembakan Brutal di Connecticut Dimakamkan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Des 2012 15:55 WIB
2 Anak Korban Penembakan Brutal di Connecticut Dimakamkan
Ilustrasi (EPA/Daily Mail)
Connecticut - Pemakaman anak-anak korban penembakan brutal di SD Sandy Hook, Connecticut, Amerika Serikat (AS) mulai dilakukan. Ada dua anak yang dimakamkan terlebih dahulu oleh keluarga mereka.

Seperti dilansir Reuters, Senin (17/12/2012), kedua anak tersebut adalah Noah Pozner dan Jack Pinto yang dimakamkan pada Senin (17/12) siang waktu setempat. Noah dan Jack termasuk di antara 20 anak-anak SD Sandy Hook yang menjadi korban insiden tragis pada Jumat (14/12) lalu.

Noah yang baru berulang tahun ke-6 pada bulan lalu ini, merupakan korban tewas termuda. Keluarganya menggambarkan Noah sebagai anak laki-laki dengan rasa ingin tahu besar dan terkadang bersikap sedikit lebih dewasa dari usianya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rabi yang dekat dengan keluarga Noah terus menguatkan sang ibunda yang terus meratapi kepergian buah hatinya. Selain Noah, sang ibu yang tidak disebutkan namanya ini masih memiliki 4 anak lainnya.

Sedangkan Jack yang juga berusia 6 tahun, dikenal sebagai seorang pegulat cilik yang sangat menggemari olahraga. Bahkan sebagai salah satu bentuk penghormatan, pemain football dari New York Giants, Vintor Cruz bermain dengan mengenakan sepatu dan sarung tangan yang bertuliskan nama 'Jack Pinto'.

Penembakan brutal yang dilakukan pemuda berusia 20 tahun, Adam Lanza di SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut, menewaskan 20 anak-anak dan 6 orang dewasa, yang merupakan staf dan guru. Seluruh anak-anak malang tersebut berusia 6 dan 7 tahun. Sedangkan 6 korban tewas lainnya merupakan Kepala Sekolah SD Sandy Hook, seorang psikolog yang bekerja di sekolah tersebut dan 4 orang guru.

Insiden ini memicu kekhawatiran dan ketakutan di sekolah-sekolah lainnya di wilayah AS yang akan memulai kegiatan belajar-mengajarnya pada Senin ini. Mereka khawatir jika kejadian serupa terjadi di sekolah mereka.

Sebelumnya, Presiden Barack Obama yang mengunjungi kota Newtown pada Minggu (16/12) malam waktu setempat, telah menemui langsung keluarga korban. Dalam pidatonya di hadapan warga Newtown dan keluarga korban, Obama menjanjikan dirinya akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, guru maupun pihak lainnya untuk mencari solusi mengakhiri insiden serupa.

"Kita tidak bisa mentolerir hal semacam ini. Tragedi-tragedi seperti ini harus berakhir. Dan untuk mengakhirinya, kita harus berubah," tegas Obama yang kemudian mengakhiri pidatonya dengan membacakan satu persatu nama anak-anak dan guru yang menjadi korban tewas.

(nvc/ita)


Berita Terkait