Rakyat Korut dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari mahasiswa, guru, petani, buruh, hingga anggota pemerintahan berkumpul jadi satu dalam perayaan ini. Mereka berkumpul di Lapangan Kim Il-Sung yang berada di pusat kota Pyongyang, ibukota Korut.
Hadir pula sejumlah pejabat pemerintah dan militer Korut, serta para ilmuwan dan teknisi yang terlibat dalam peluncuran roket yang membawa satelit Kwangmyongsong-3 ini. Warga bersorak sorai setelah pejabat setempat memberikan pernyataan dan pujian atas keberhasilan peluncuran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perayaan yang ditayangkan oleh televisi nasional Korut ini, dilakukan tepat sehari sebelum perayaan kepemimpinan Jong-Un atas Korut. Jong-Un yang masih belum berusia 30 tahun ini ditunjuk menggantikan ayahnya, Kim Jong-Il, yang meninggal karena serangan jantung pada Desember 2011 lalu.
KCNA menyebut, keberhasilan peluncuran roket tersebut menjadi hadiah khusus dari rakyat dan pemerintah Korut yang menunjukkan kesetiaan pada mendiang Jong-Il. Pada 17 Desember mendatang, akan diperingati tepat setahun meninggalnya Jong-Il.
Perayaan ini dilakukan setelah sebelumnya Jong-Un mengutarakan niat untuk kembali melakukan peluncuran satelit di masa mendatang. Pernyataan Jong-Un ini semakin menunjukkan sikap Korut seolah tidak mempedulikan kritikan dunia internasional.
Melalui KCNA, Jong-Un menekankan perlunya "Dilakukan peluncuran satelit di masa mendatang... untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi negara ini".
Beberapa saat setelah peluncuran dilakukan secara sukses, Jong-Un juga mengeluarkan pernyataan melalui KCNA. "Menunjukkan, baik kepada dalam negeri maupun luar negeri, posisi Korut yang tak tergoyahkan... menunjukkan bahwa Korut juga berhak melakukan misi perdamaian di luar angkasa," tuturnya.
(nvc/ita)











































