Korut Tegaskan Niatnya Kembali Luncurkan Roket

Korut Tegaskan Niatnya Kembali Luncurkan Roket

- detikNews
Jumat, 14 Des 2012 08:21 WIB
Korut Tegaskan Niatnya Kembali Luncurkan Roket
Ilustrasi
Pyongyang - Korea Utara (Korut) nampaknya benar-benar tidak mempedulikan kritikan dunia internasional. Sebab, pasca keberhasilannya meluncurkan roket jarak jauh, Korut langsung mengutarakan niatnya untuk kembali melakukan peluncuran di masa mendatang.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh media nasional Korean Central News Agency (KCNA), pemimpin Korut Kim Jong-Un mengutarakan niat tersebut. Disebutkan juga bahwa Jong-Un memantau dengan seksama peluncuran roket pada Rabu (12/12) lalu.

Melalui KCNA seperti dilansir AFP, Jumat (14/12/2012), Jong-Un menekankan perlunya "Dilakukan peluncuran satelit di masa mendatang... untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi negara ini".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa saat setelah peluncuran dilakukan secara sukses, Jong-Un juga mengeluarkan pernyataan melalui KCNA. "Menunjukkan, baik kepada dalam negeri maupun luar negeri, posisi Korut yang tak tergoyahkan... menunjukkan bahwa Korut juga berhak melakukan misi perdamaian di luar angkasa," tuturnya.

Namun di sisi lain, keberhasilan Korut tersebut langsung menuai reaksi keras dari dunia internasional. Baik PBB maupun negara-negara lainnya mengecam keras aksi Korut tersebut. Amerika Serikat (AS) bahkan terang-terangan menyebut aksi tersebut 'sangat provokatif'.

Tapi, sejumlah pengamat menilai, keberhasilan peluncuran roket Korut menjadi simbol kuat bagi kepemimpinan Jong-Un. Keberhasilan ini menjadi kelegaan dan kebanggaan yang luar biasa bagi Korut, terutama setelah kegagalan peluncuran roket pada April lalu.

"Peluncuran ini bisa berarti Jong-Un berhasil memenuhi permintaan terakhir Kim Jong-Il (sang ayah). Di sisi lain, hal ini membantu Jong-Un dalam menancapkan kekuasaannya dan memperkuat kewenangannya atas elit milit Korut, serta menjamin kesetiaan dan solidaritas mereka di bawah kepemimpinannya," ujar profesor Ilmu Politik dari Korea University, Yoo Ho-Yeol.


(nvc/trq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads