"Kami telah memutuskan bahwa koalisi oposisi Suriah saat ini cukup inklusif, cukup mencerminkan dan mewakili populasi Suriah, maka kami mengakui mereka sebagai perwakilan yang sah dari rakyat Suriah," ujar Obama dalam wawancara dengan ABC News dan dilansir AFP, Rabu (12/12/2012).
Pengakuan Obama ini menyusul pengakuan yang diberikan oleh pemerintah Prancis, bulan lalu. Prancis merupakan negara Barat pertama yang mengakui Koalisi Nasional Suriah sebagai perwakilan yang sah atas rakyat Suriah. Prancis bahkan menggelontorkan dana sebesar 1,2 juta euro atau setara dengan Rp 14 miliar bagi oposisi Suriah.
Sikap Prancis tersebut kemudian diikuti oleh Inggris, Turki dan Dewan Kerjasama Teluk. Namun hal ini tidak serta merta menjadi bentuk pengakuan dunia internasional terhadap pemerintahan oposisi Suriah karena masih adanya keraguan bahwa oposisi benar-benar mewakili seluruh sektor masyarakat Suriah.
Pengakuan ini muncul setelah pemerintah AS mengumumkan Al-Nusra Front, kelompok jihad yang berupaya menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, sebagai organisasi teroris asing. Dalam wawancara yang sama, Obama juga memberi sedikit tanggapan soal pengumuman tersebut.
"Terdapat elemen kecil dari mereka yang menentang rezim Assad. Faktanya mereka ternyata berafiliasi dengan Al-Qaeda di Irak dan kami pun menyatakan mereka, Al-Nusra, sebagai organisasi teroris," ucap Obama.
Dengan menyatakan kelompok Al-Nusra Front sebagai kelompok teroris, maka seluruh warga AS dilarang melakukan transaksi apa pun dengan kelompok tersebut. Aset-aset kelompok tersebut juga akan dibekukan AS.
(nvc/nrl)











































