Informasi peluncuran roket Korut ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel). Disebutkan bahwa, roket tersebut diluncurakan dari lokasi peluncuran Sohae sekitar pukul 09.51 waktu setempat.
"Roketnya telah diluncurkan," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Rabu (12/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tetap saja rencana peluncuran roket Korut ini menuai kecurigaan dan kritikan sejumlah negara. Amerika Serikat dan Korsel meyakini bahwa Korut sebenarnya berencana melakukan uji coba rudal jarak jauh, namun menyamarkannya sebagai peluncuran satelit ke luar angkasa.
Peluncuran roket Korut ini terkesan sangat mendadak. Terlebih pada awal pekan ini Korut menyatakan kemungkinan penundaan jadwal peluncuran karena suatu alasan yang tidak mereka sebutkan dengan jelas.
Bahkan gambar satelit yang didapatkan pada Senin (10/12) menunjukkan aktivitas terbaru di lokasi peluncuran Sohae, Korut. Gambar tersebut menunjukkan adanya aktivitas sejumlah teknisi yang sibuk membongkar beberapa bagian roket yang sudah dipasang di lokasi sejak pekan lalu.
Melalui kantor berita resminya, Korean Central News Agency (KCNA), otoritas Korut mengumumkan rencananya untuk meluncurkan roket pada 10-22 Desember. Rencana tersebut menuai kecaman banyak pihak. Amerika Serikat dan Jepang bahkan telah menyiagakan militernya di wilayah perairan dekat Korut. Jepang pun akan menembak jatuh roket Korut jika berpotensi mengancam kedaulatan wilayahnya.
(nvc/ndr)











































