Pria Bertopeng Serang Demonstran Pendukung Oposisi di Mesir

Pria Bertopeng Serang Demonstran Pendukung Oposisi di Mesir

- detikNews
Rabu, 12 Des 2012 08:32 WIB
Pria Bertopeng Serang Demonstran Pendukung Oposisi di Mesir
Mesir, - Seorang pria bertopeng menyerang pengunjuk rasa oposisi yang sedang berkemah di Kairo Tahrir Square Selasa (11/12/2012) pagi.

"Pria bersenjata ini menembak pengunjuk rasa yang sedang berkemah dan melukai sembilan orang," ujar seorang pejabat keamanan.

Serangan itu memicu ketegangan hanya beberapa jam menjelang aksi massa saingan di ibukota Mesir oleh pendukung dan penentang presiden Islam, atas rancangan piagam konstitusi yang disengketakan. Piagam konstitusi ini sangat terpolarisasi dan memicu beberapa aksi kekerasan terburuk sejak kepemimpinan Mohammed Morsi sebagai presiden pertama Mesir yang dipilih secara bebas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak jelas siapa yang berada di balik serangan fajar para demonstran yang telah menggelar aksi di Tahrir selama hampir tiga minggu ini," kata seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya.

Para pengunjuk rasa milik oposisi liberal, yang mengklaim draft piagam membatasi kebebasan dan memberikan pengaruh besar dalam menjalankan negara secara islamis.

Sengketa ini mendorong ratusan ribu lawan presiden untuk turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa besar-besaran, yang terbesar dari kelompok-kelompok sekuler terutama sejak pemberontakan yang menggulingkan Hosni Mubarak tahun lalu. Pendukung Morsi juga menanggapi dengan demonstrasi besar-besaran yang menyebabkan bentrokan di jalan-jalan yang menewaskan setidaknya enam orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Setidaknya ada lusinan serangan di kantor Ikhwanul Muslimin Morsi. Sementara itu, tokoh oposisi senior, termasuk mantan anggota parlemen dipukuli secara brutal oleh kelompok pro-Morsi Islam.

Pihak oposisi belum memutuskan apakah akan mengadakan kampanye untuk pemungutan suara atau panggilan untuk memboikot referendum hari Sabtu, sesuatu yang banyak dilihat sebagai refleksi dari perpecahan dalam oposisi. Kelompok-kelompok oposisi yang berbeda yang dipimpin oleh reformis dan peraih hadiah Nobel Perdamaian Mohamed ElBaradei, mantan menteri luar negeri Mesir dan Ketua Liga Arab Amr Moussa, dan kiri politisi Hamdeen Sabahi.

Pihak oposisi sendiri telah mengatakan tidak akan berbicara dengan Morsi sampai ia menyelesaikan rancangan konstitusi dan menunda referendum.

Mengantisipasi kerusuhan pada hari referendum, Morsi telah memerintahkan militer untuk bergabung dengan polisi dalam menjaga keamanan dan melindungi lembaga negara hingga hasil pemungutan suara diumumkan.




(fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads