Seperti dilansir Asia One, Selasa (11/12/2012), si pemilik kedai, Piyawat Mong menuturkan kronologi kejadian tragis tersebut. Menurut Mong, awalnya sebuah truk pickup yang membawa 3 orang pria di bagian belakang tiba-tiba berhenti di luar kedainya. Saat itu, lanjut Mong, istrinya sedang berada di dalam kedai menjual makanan dan minuman.
Tanpa diduga, para pria yang menumpang di belakang truk menembaki kedai tersebut, yang saat itu sedang ramai-ramainya. Usai menembaki secara brutal, mereka langsung kabur. Polisi yang tiba di lokasi beberapa saat kemudian, menemukan selongsong kosong dari peluru-peluru senapan sejenis M16 dan AK47.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, serangan ini juga melukai 5 orang lainnya, termasuk seorang bayi berusia 10 bulan dan seorang pria berusia 74 bulan. Para korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat, Rangae Hospital. Dilaporkan para korban luka mengalami luka serius.
Aksi kekerasan semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di Narathiwat. Sebelumnya, seorang guru tewas ditembak pria bersenjata. Nuntana Kaewchan (51) yang seorang kepala sekolah khusus perempuan di Pattani ini, tewas ditembak sekitar 100 meter dari sekolah pada November lalu. Insiden ini memicu penutupan sementara 300 sekolah selama beberapa minggu, mengacu pada kegagalan pemerintah memberikan keamanan bagi warganya. Namun mulai hari ini, sekolah-sekolah tersebut kembali dibuka.
(nvc/ita)










































