"Saya, Cheick Modibo Diarra, mundur bersama pemerintahan saya," kata dalam pidato singkat yang disiarkan media nasional ORTM dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/12/2012). Dia tidak menyebutkan alasan pengunduran dirinya.
Diarra pun mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya. Dia berharap agar "tim baru" akan berhasil dalam tugas mereka.
Pesan Diarra ini disiarkan hanya beberapa jam setelah dirinya ditangkap oleh sekitar 20 tentara yang datang dari Kati, barak militer di luar Bamako. "Mereka bilang Kapten Sanogo telah mengirimkan mereka untuk menangkap dia," tutur sebuah sumber.
Diarra merupakan pakar astrofisika yang pernah bekerja untuk sejumlah proyek NASA. Dia juga pernah menjadi Direktur Microsoft Afrika. Sebelum ditahan, pria berusia 60 tahun itu dijadwalkan berangkat ke Prancis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dia membatalkan rencananya pergi ke bandara setelah mengetahui barang-barang bawaannya telah diturunkan dari pesawat yang tadinya akan membawa dia ke Prancis.
Diarra diangkat sebagai PM dalam pemerintahan interim hanya beberapa pekan setelah kudeta yang terjadi pada Maret lalu. Kudeta ini telah menyebabkan negara yang sebelumnya stabil, kini berada dalam krisis. Saat ini lebih dari separuh wilayah Mali dikuasai oleh para Islamis garis keras.
(ita/nrl)











































