Demonstran Mesir Diserang dengan Bom Molotov, 9 Orang Luka-luka

Demonstran Mesir Diserang dengan Bom Molotov, 9 Orang Luka-luka

- detikNews
Selasa, 11 Des 2012 10:19 WIB
Demonstran Mesir Diserang dengan Bom Molotov, 9 Orang Luka-luka
Ilustrasi (AFP)
Kairo - Mesir terus bergolak. Sejumlah penyerang tak dikenal menyerang dan melempar bom molotov ke arah para demonstran di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir. Serangan ini melukai 9 orang demonstran yang menginap di tenda-tenda yang didirikan di Lapangan Tahrir tersebut.

Para demonstran, baik yang menentang maupun yang mendukung Presiden Mesir Mohamed Morsi, berkumpul di wilayah tersebut sejak beberapa minggu terakhir. Mereka dijaga oleh para polisi yang juga bersiaga di Lapangan Tahrir, guna mengantisipasi terjadinya bentrokan antara kedua kelompok demonstran.

Menurut para saksi mata, penyerang yang terdiri atas beberapa orang ini melemparkan bom molotov ke arah tenda yang ditempati para demonstran pada Selasa (11/12) dini hari. Bom molotov tersebut memicu kebakaran kecil dan para demonstran pun berteriak. Beberapa demonstran yang tertidur pun terbangun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang-orang ingin rezim jatuh," teriak beberapa dari mereka, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/12/2012).

Dilaporkan, 9 orang demonstran mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai luka yang diderita.

Kelompok oposisi, kelompok liberal maupun kelompok sayap kiri berkumpul di Lapangan Tahrir dan melakukan long-march hingga ke istana kepresidenan Mesir di Kairo dalam rangka memprotes referendum mengenai konstitusi baru yang akan digelar pada 15 Desember mendatang. Sementara itu, kelompok Islamis, Ikhwanul Muslimin yang mendominasi parlemen, mendorong para pengikutnya untuk menunjukkan dukungan bagi Presiden Morsi dan referendum yang akan digelar.

Sejauh ini, unjuk rasa tersebut telah memakan korban jiwa, yakni 7 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Pekan lalu, para demonstran pendukung dan penentang Morsi terlibat bentrokan di luar istana kepresidenan di Kairo. Sebagai langkah antisipasi, aparat setempat memasang kawat berduri dan barikade beton serta mensiagakan tank-tank di luar istana.

Bahkan pada Minggu (9/12) malam, Presiden Morsi memberikan kewenangan sementara bagi militer Mesir untuk melakukan penangkapan terhadap para demonstran. Kewenangan tersebut berlaku selama referendum digelar dan hingga hasilnya diumumkan.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads