Seperti dilansir Asia One, Selasa (11/12/2012), insiden ini berawal ketika wanita berusia 25 tahun ini bertengkar dengan kekasihnya di apartemen si kekasih di wilayah Ang Mo Kio, Singapura. Para tetangga yang berada di apartemen yang sama mengaku mendengar keributan dari dalam apartemen yang berada di lantai 20, Blok 520 pada Jumat (7/12) pagi.
Pasangan ini bertengkar dengan menggunakan bahasa Mandarin, sehingga tidak banyak yang mengerti hal apa yang menjadi topik pertengkaran keduanya. Beberapa tetangga yang memahami bahasa Mandarin mengungkapkan, si wanita berulang kali berteriak: "Saya ingin hidupmu!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat kemudian, si pria berlari keluar dan turun ke bawah. Bercak darah pun terlihat ada di tangga darurat dan juga lift di apartemen tersebut.
Diketahui juga, si wanita menumpahkan kemarahannya di dinding yang ada di luar apartemen si pria. Dengan bahasa Mandarin dia menulis: "Kamu menghamili saya, mencampakkan saya... Kamu menghilang... Kamu b******n."
Pada siang harinya, polisi pun datang ke lokasi setelah dihubungi oleh salah seorang tetangga. Baik si pria maupun si wanita dalam keadaan tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Diyakini si pria masih lajang dan tinggal bersama ibu dan saudara perempuannya di apartemen tersebut. Namun tidak diketahui keberadaan sang ibu dan saudara perempuan saat insiden ini terjadi.
Kepolisian setempat masih menyelidiki lebih lanjut kasus ini. Si wanita kini dalam penahanan polisi dan dijerat dakwaan penyerangan dengan senjata tajam.
Ketika wartawan mengunjungi si pria yang dirawat di rumah sakit, terlihat bahwa lehernya telah diperban. Sang ibu, yang mendampingi dia, menyatakan putranya tidak bisa berbicara karena dia baru saja menjalani operasi di lehernya.
"Dia beruntung. Jika saja sayatannya lebih dalam, konsekuensinya tidak bisa dibayangkan," ucap si ibu, sembari menambahkan dirinya tidak mengenal wanita yang menyerang putranya tersebut.
(nvc/ita)











































