"Para ilmuwan tengah mempertimbangkan dengan serius wacana untuk memundurkan waktu peluncuran satelit karena beberapa alasan," demikian pernyataan Komite Teknologi Luar Angkasa Korea Utara, seperti dilansir Asia One, Senin (10/12/2012).
Namun tidak dijelaskan alasan-alasan yang dimaksud. Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan (Korsel) yang enggan disebut namanya mengungkapkan, kini seluruh aktivitas persiapan peluncuran yang telah dilakukan otoritas Korut sejak pekan lalu, dihentikan untuk sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengumuman tersebut dikeluarkan secara resmi oleh ilmuwan Korut, yang berarti kemungkinan besar alasan penundaan adalah masalah teknis atau kondisi cuaca," tutur Jang Yong-Seok dari Institut Perdamaian dan Unifikasi pada Seoul National University.
Sejak awal, Korut mengungkapkan rencana peluncuran roket yang bertugas membawa satelit pengamatan bumi ke luar angkasa. Dalam keterangan resminya, Korut menyatakan, peluncuran tersebut akan digelar antara 10-22 Desember, tanpa menyebut waktu pasti.
Sejumlah pihak menilai, peluncuran satelit tersebut akan digelar pada 17 Desember karena bertepatan dengan hari kematian mendiang pemimpin Kim Jong-Il.
Rencana peluncuran roket Korut ini menuai kecurigaan dan kritikan sejumlah negara. Amerika Serikat dan Korsel meyakini bahwa Korut sebenarnya berencana melakukan uji coba rudal jarak jauh, namun menyamarkannya sebagai peluncuran satelit ke luar angkasa.
Amerika Serikat dan Jepang bahkan telah menyiagakan militernya di wilayah perairan dekat Korut. Jepang pun akan menembak jatuh roket Korut jika berpotensi mengancam kedaulatan wilayahnya.
(nvc/ita)











































