Dicetuskan Hussein Abdel Ghani, juru bicara kelompok oposisi, National Rescue Front, Morsi "telah kehilangan kesempatan bersejarah untuk bertindak sebagai presiden bagi seluruh Mesir".
"Kami akan terus meningkatkan aksi protes, dengan menggunakan cara-cara damai," katanya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oposisi menegaskan, aksi protes akan terus berlangsung sampai Morsi mencabut dekritnya serta sampai dia membatalkan referendum atas draf konstitusi yang ditentang sejumlah pihak tersebut.
Atas krisis ini, badan Islam terkemuka Mesir, Al-Azhar telah meminta Morsi untuk mencabut kembali dekrit presiden tersebut.
Sementara itu, empat penasihat Morsi telah mengundurkan diri di tengah krisis yang berlangsung ini. Pengunduran diri mereka disebutkan sebagai protes atas cara Morsi menangani demonstrasi ini.
Sebanyak 7 orang tewas dalam bentrokan antara para pendukung Morsi dan kelompok-kelompok oposisi pada Rabu, 5 Desember lalu. Insiden itu merupakan krisis politik terburuk sejak Morsi dilantik pada Juni lalu menggantikan Hosni Mubarak. Sebanyak 644 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa bentrokan demonstran tersebut.
(ita/nrl)











































