Militer Jepang Diperintahkan Tembak Jatuh Roket Korut

Militer Jepang Diperintahkan Tembak Jatuh Roket Korut

- detikNews
Jumat, 07 Des 2012 08:23 WIB
Militer Jepang Diperintahkan Tembak Jatuh Roket Korut
Ilustrasi (Reuters)
Tokyo - Semakin mendekati jadwal peluncuran roket Korea Utara (Korut), negara-negara tetangga semakin siaga. Bahkan pemerintah Jepang telah mengeluarkan perintah resmi untuk menembak jatuh roket Korut jika berpotensi mengancam wilayah Jepang.

Untuk keperluan tersebut, militer Jepang telah mensiagakan sistem pertahanan yang menggunakan rudal khusus, yang mampu menghantam target dari darat ke udara. Bahkan sejumlah personel militer Jepang telah disiagakan di wilayah perairan Jepang dekat Korut.

Sejumlah kapal perang Aegis yang membawa rudal penghancur roket, juga disiagakan di wilayah Laut China Timur dan Laut Jepang. Tepatnya di wilayah yang diperkirakan menjadi jalur peluncuran roket Korut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perintah resmi tersebut dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Jepang Satoshi Morimoto. Menurut kantor berita Jiji Press, Morimoto mengintruksikan militer Jepang untuk menembak jatuh roket Korut maupun bagian-bagiannya yang jatuh ke wilayah kedaulatan Jepang.

Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (7/12/2012).

Pada Rabu (5/12), kemarin, Korut telah menyelesaikan perakitan 3 bagian roket Unha-3 yang akan diluncurkan ke luar angkasa tersebut. Roket tersebut telah diletakkan pada landasan peluncuran Sohae yang berada di wilayah Cheolsan, Provinsi North Pyongan.

Rencananya, Korut akan meluncurkan roket tersebut pada pertengahan Desember, yakni antara tanggal 10 Desember hingga 22 Desember mendatang. Otoritas Korut melalui kantor berita mereka, Korean Central News Agency (KCNA) sebelumnya menegaskan, roket tersebut akan membawa satelit pemantau bumi ke orbit di luar angkasa.

Namun, rencana peluncuran roket Korut ini tetap menuai kecurigaan dan kritikan sejumlah negara. Amerika Serikat dan Korsel meyakini bahwa Korut sebenarnya berencana melakukan uji coba rudal jarak jauh, namun menyamarkannya sebagai peluncuran satelit ke luar angkasa.

(nvc/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads