"Kekhawatiran kami adalah bahwa rezim Assad yang semakin putus asa mungkin akan beralih ke senjata kimia, atau mungkin kehilangan kendali atas senjata tersebut ke salah satu kelompok yang kini beroperasi di Suriah," tutur Hillary seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (6/12/2012).
"Kami telah mengirimkan pesan jelas bahwa ini akan melanggar garis merah dan mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban," imbuh mantan ibu negara AS tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan ini, pejabat-pejabat AS mengungkapkan bahwa mereka mendapat informasi intelijen tentang Suriah yang tengah melakukan persiapan untuk menggunakan senjata kimia. Namun klaim ini telah dibantah pemerintah Suriah.
Rezim Assad menegaskan tak akan pernah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri. Diketahui bahwa Suriah merupakan salah satu negara yang tidak ikut menandatangani traktat senjata kimia internasional yang melarang penggunaan gas beracun.
(ita/nrl)











































