Jerman pun siap mengirimkan 400 tentaranya ke perbatasan Turki-Suriah. Mandat pengerahan pasukan tersebut akan disampaikan ke parlemen awal pekan depan. Mandat ini akan berlaku hingga 31 Januari 2014.
Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Jerman dalam pernyataan bersama seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (6/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengerahan sistem pertahanan udara Patriot dengan bekerja sama secara erat dengan Belanda dan AS menekankan kehandalan Jerman sebagai sekutu," imbuhnya.
Turki merupakan penentang vokal terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad dalam krisis Suriah. Pemerintah Turki terang-terangan mendesak Assad untuk mundur guna menghentikan pertumpahan darah yang terus berlangsung di negeri itu. Menurut kelompok-kelompok HAM, lebih dari 41 ribu orang telah tewas selama konflik yang telah berlangsung hampir 21 bulan itu.
Sebelumnya pada Selasa, 4 Desember lalu, NATO menyetujui permintaan Turki untuk mengerahkan rudal-rudal Patriot guna menangkis serangan Suriah. Kepala NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, keputusan aliansi tersebut mencerminkan "komitmen kuat" NATO untuk menjaga keamanan 28 negara-negara anggotanya.
(ita/nrl)











































