Dalam tayangan televisi setempat, terlihat 3 kapal perang jenis Aegis meninggalkan markas mereka di wilayah Sasebo, sekitar 900 kilometer dari Tokyo. Kapal ini bersenjatakan rudal SM-3 yang mampu menghadang roket maupun pesawat yang tengah mengudara.
Dilaporkan, kapal-kapal tersebut akan disiagakan di Laut China Timur dan Laut Jepang. Tepatnya di wilayah yang diperkirakan menjadi jalur peluncuran roket Korut. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (6/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tayangan televisi setempat menunjukkan sejumlah personel Angkatan Bersenjata Jepang atau yang biasa disebut Self-Defence Force (SDF) sibuk membongkar muataan kapal tersebut. Rudal-rudal balistik PAC-3 dipindahkan dari kapal ke pelabuhan di Miyakojima, yang tepat membentang di bawah jalur udara yang akan dilalui roket Korut nantinya.
Sedangkan di Tokyo, Kementerian Pertahanan Jepang juga mensiagakan peluncur rudal PAC-3 di kantor pusatnya. Hal ini sebagai upaya antisipasi atas ancaman yang mungkin ditimbulkan Korut ke wilayah daratan Jepang.
Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda pun berencana menggelar rapat terbatas membahas soal isu keamanan pada Jumat (7/12) besok. Menurut media setempat Jiji Press, Jepang akan menembak jatuh roket Korut jika diarahkan ke wilayah Jepang.
Pada Rabu (5/12), kemarin, Korut telah menyelesaikan perakitan 3 bagian roket Unha-3 yang akan diluncurkan ke luar angkasa tersebut. Roket tersebut telah diletakkan pada landasan peluncuran Sohae yang berada di wilayah Cheolsan, Provinsi North Pyongan.
Rencananya, Korut akan meluncurkan roket tersebut pada pertengahan Desember, yakni antara tanggal 10 Desember hingga 22 Desember mendatang. Otoritas Korut melalui kantor berita mereka, Korean Central News Agency (KCNA) sebelumnya menegaskan, roket tersebut akan membawa satelit pemantau bumi ke orbit di luar angkasa.
Namun, rencana peluncuran roket Korut ini tetap menuai kecurigaan dan kritikan sejumlah negara. Amerika Serikat dan Korsel meyakini bahwa Korut sebenarnya berencana melakukan uji coba rudal jarak jauh, namun menyamarkannya sebagai peluncuran satelit ke luar angkasa.
(nvc/ita)











































