Pesawat Militer Afsel Jatuh di Pegunungan, 11 Orang Tewas

Pesawat Militer Afsel Jatuh di Pegunungan, 11 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 06 Des 2012 14:28 WIB
Pesawat Militer Afsel Jatuh di Pegunungan, 11 Orang Tewas
Ilustrasi (iol.co.za)
Johannesburg - Sebuah pesawat militer Afrika Selatan jatuh di wilayah pengunungan Afrika Selatan (Afsel). Dilaporkan 11 orang tewas dalam insiden ini, dengan mayoritas korban merupakan tim medis mantan Presiden Afsel Nelson Mandela.

Pesawat militer jenis Dakota milik Angkatan Udara Afsel ini jatuh pada Rabu (5/12) malam waktu setempat. Menurut kantor berita EWT, pesawat tersebut tengah membawa sejumlah paramedis yang hendak melakukan kunjungan rutin ke kediaman Mandela di wilayah pedalaman. Namun pihak militer Afsel belum bisa memastikan informasi tersebut.

"Saya mendapat informasi bahwa kerangka pesawat tersebut telah ditemukan," ujar juru bicara miiter Afsel, Xolani Mabanga, kepada AFP, Kamis (6/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan memberi informasi lebih lanjut nanti, ketika saya telah menerima informasi terbaru dari tim di lapangan," lanjutnya.

Tidak disebutkan lebih lanjut ada berapa penumpang yang diangkut pesawat tersebut. Namun diketahui bahwa saat kejadian, pesawat tengah mengudara dari Pretoria menuju ke Mthatha, sebuah bandara kecil di wilayah provinsi Eastern Cape. Provinsi tersebut merupakan yang terdekat dengan kediaman Mandela yang berada di pedalaman Qunu, yang ditinggalinya semenjak tokoh anti-apartheid ini menarik diri dari politik.

Menurut laporan, sejumlah helikopter penyelamat telah diterjunkan ke lokasi yang berada di wilayah pegunungan, begitu pesawat dilaporkan hilang kontak. Namun, heli-heli tersebut tidak bisa melanjutkan upaya pencarian akibat cuaca buruk di lapangan.

Sementara itu, tim penyelamat yang melalui jalur darat juga diterjunkan ke lokasi. Kini, mereka masih dalam perjalanan menuju wilayah yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini