Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/12/2012), George Ochoa dinyatakan meninggal pada Selasa, 4 Desember pukul 18.07 waktu setempat setelah menerima suntikan obat-obatan mematikan. Pria berumur 38 tahun itu dieksekusi setelah semua permohonan bandingnya ditolak pengadilan-pengadilan Oklahoma dan federal.
Pria Latin itu dihukum mati atas pembunuhan Francisco Morales (38) dan istrinya Maria Yanez (35). Morales ditembak 12 kali dan Yanez ditembak 11 kali saat mereka berada di tempat tidur di rumah mereka. Pembunuhan itu terjadi di depan anak-anak pasangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim federal menolak permohonan banding Ochoa pada Senin, 3 Desember waktu setempat. Selama ini Ochoa selalu mengklaim dirinya tak bersalah. Kata-kata terakhirnya sebelum disuntik mati adalah "Saya tidak bersalah." Pria itu merupakan terpidana mati keenam yang dihukum mati di Oklahoma tahun ini.
(ita/nrl)











































