"Kegagalan baru AS dalam operasi mata-mata oleh pesawat tak berawak ini menunjukkan bahwa pemerintah AS, meskipun tingginya kekuatan militer dan ekonominya serta dominasinya dalam aturan politik dunia, tidak mampu menghadapi republik Islam, dan Iran bisa dengan mudah menggagalkan semua rencananya," cetus wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolution Guards Corps (IRGC), Brigjen Hossein Salami.
Jenderal Iran itu menegaskan, Iran telah mengalahkan plot-plot musuh meskipun adanya sanksi keras yang diterapkan atas negara republik Islam tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Ali Fadavi mengumumkan penangkapan pesawat tanpa awak AS di atas perairan wilayah Teluk Persia. Pesawat jenis ScanEagle tersebut ditangkap Iran setelah menyusup masuk ke wilayah udara Iran.
Namun pemerintah dan militer AS membantah klaim Iran tersebut. Menurut AS, tak ada satu pun pesawat mata-mata tak berawak miliknya yang hilang belakangan ini.
(ita/nrl)











































