Insiden ini terjadi di rumah mereka yang berada di Kampung SC Belt, Chenderong Balai, dekat Teluk Intan, Malaysia. Saat itu, seorang perampok menerobos masuk ke dalam rumah dan langsung menyerang sang nenek, Che Fa Isa (74).
Dengan mengacungkan parang yang dibawanya, perampok tersebut meminta sang nenek menyerahkan barang-barang berharga miliknya. Gadis bernama Nurul Sahira Mohd Nawawi yang tengah berada di dalam kamarnya langsung berlari keluar dan memeluk sang nenek untuk melindunginya dari perampok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perampok tersebut juga mengancam akan memperkosa saya jika kami tidak menyerahkan uang kami dan dia mulai menggeledah isi rumah. Saat itulah ketika saya mengambil sebuah clurit yang ada di dekat saya dan mengayunkannya ke arahnya (perampok-red), clurit tersebut mengenai tangannya dan membuatnya melepaskan parang yang dipegangnya," ujar Nurul seperti dilansir The Star, Rabu (5/12/2012).
"Dia terkejut ketika saya mengambil parangnya dan dia kemudian kabur. Saya mencoba mengejarnya tapi tidak berhasil. Saya akan memotong-motongnya jika saya bertemu dengannya lagi," cetusnya.
Nurul menambahkan, saat itu dirinya bersama keluarganya tengah berlibur ke rumah nenek yang ada di desa. Saat kejadian, remaja yang berasal dari Ampang, Kuala Lumpur, ini ditinggal sendirian di rumah bersama sang nenek.
"Rumah nenek tidak ada listriknya sehingga sangat gelap. Dengan penerangan hanya menggunakan lampu minyak, nenek sedang salat di rumah ketika seorang pria muncul di belakangnya, nenek pun berteriak minta tolong," jelas ABG tersebut.
Akibat insiden ini, nenek Che Fa harus mendapat 8 jahitan akibat luka di tangan kirinya. Namun demikian, aksi berani Nurul ini berhasil menyelamatkan nyawanya.
Kepala Kepolisian Hilir Perak, Goh Kok Liang menyatakan, perampok berhasil kabur dengan menggondol sejumlah perhiasan milik Che Fa dan uang tunai sebesar 50 ringgit (Rp 157 ribu). Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.
(nvc/ita)











































