Pencuri Senjata di Kapal Angkatan Laut Australia Ditangkap

Pencuri Senjata di Kapal Angkatan Laut Australia Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 01 Des 2012 16:18 WIB
Pencuri Senjata di Kapal Angkatan Laut Australia Ditangkap
Ilustrasi (AFP)
Darwin - Kepolisian Australia akhirnya berhasil menangkap pelaku pencurian senjata pada kapal perang milik angkatan lautnya. Sejumlah senjata yang sempat dibawa kabur pelaku juga berhasil ditemukan kembali.

Kepolisian Northern Territory menyatakan, pelaku mengenakan seragam militer dengan penutup wajah, atau sejenis balaclava. Bersama dengan pelaku, berhasil disita dua buah senapan jenis shotgun dan 12 buah pistol yang dicuri pelaku dari kapal bernama HMAS Coonawarra tersebut.

Pelaku dibekuk dalam upaya penggerebekan yang dilakukan kepolisian setempat di wilayah Darwin. Diduga, pelaku bertindak seorang diri tanpa dibantu orang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang pria telah berada dalam penahanan polisi dan penyelidikan kasus ini masih berlanjut dengan menyisir lingkungan sekitar lokasi pencurian senjata. Merupakan hasil kerja sama yang baik antara Kepolisian Northern Territory dengan masyarakat, dalam meraih kembali senjata yang dicuri dan menghindari senjata tersebut beredar di jalanan," ujar Kepala Kepolisian Northern Territory, Richard Bryson, seperti dilansir AFP, Sabtu (1/12/2012).

Pada pencurian yang terjadi Jumat (30/11) tengah malam waktu setempat, pelaku berhasil melumpuhkan tentara yang menjaga kapal yang sedang berlabuh di wilayah perairan Darwin, Australia tersebut. Pelaku mengikat tentara penjaga dengan kabel. Beberapa saat setelah kabur dengan membawa sejumlah senjata yang dirampas dari gudang senjata kapal tersebut, si penjaga berhasil melepaskan diri dan menyalakan alarm.

Insiden ini merupakan yang pertama kalinya menimpa kapal milik angkatan laut Australia. Sebagai tindak lanjut, aparat setempat pun bekerja sama dengan kepolisian federal Australia dan pihak Departemen Pertahanan Australia dalam mengejar pelaku.

Hingga akhirnya, pelaku dapat ditangkap tepat sehari setelah kejadian. Meski disebutkan pelaku mengenakan seragam militer saat beraksi, tidak dijelaskan lebih lanjut apakah pelaku merupakan anggota militer Australia.

(nvc/gah)


Berita Terkait