Kepolisian Northern Territory menyatakan, pelaku mengenakan seragam militer dengan penutup wajah, atau sejenis balaclava. Bersama dengan pelaku, berhasil disita dua buah senapan jenis shotgun dan 12 buah pistol yang dicuri pelaku dari kapal bernama HMAS Coonawarra tersebut.
Pelaku dibekuk dalam upaya penggerebekan yang dilakukan kepolisian setempat di wilayah Darwin. Diduga, pelaku bertindak seorang diri tanpa dibantu orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pencurian yang terjadi Jumat (30/11) tengah malam waktu setempat, pelaku berhasil melumpuhkan tentara yang menjaga kapal yang sedang berlabuh di wilayah perairan Darwin, Australia tersebut. Pelaku mengikat tentara penjaga dengan kabel. Beberapa saat setelah kabur dengan membawa sejumlah senjata yang dirampas dari gudang senjata kapal tersebut, si penjaga berhasil melepaskan diri dan menyalakan alarm.
Insiden ini merupakan yang pertama kalinya menimpa kapal milik angkatan laut Australia. Sebagai tindak lanjut, aparat setempat pun bekerja sama dengan kepolisian federal Australia dan pihak Departemen Pertahanan Australia dalam mengejar pelaku.
Hingga akhirnya, pelaku dapat ditangkap tepat sehari setelah kejadian. Meski disebutkan pelaku mengenakan seragam militer saat beraksi, tidak dijelaskan lebih lanjut apakah pelaku merupakan anggota militer Australia.
(nvc/gah)











































