Seperti dilansir Asia One, Sabtu (1/12/2012), kasus perampokan makam semacam ini memang marak terjadi di negara-negara Afrika Barat. Selain untuk keperluan ilmu hitam atau ritual voodoo, jasad-jasad yang dicuri tersebut juga diperjualbelikan di pasar gelap.
Perampokan ini terjadi di wilayah Dangbo, yang berjarak sekitar 10 km dari ibukota Porto-Novo. Aparat setempat tengah melakukan investigasi menyeluruh atas kasus ini. Sejumlah saksi mata menuturkan, melihat sejumlah pria bermasker menggali sejumlah makam dan mengambil tulang belulang serta jasad yang ada di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui bahwa sejumlah bagian tubuh atau organ dalam manusia serta beberapa hewan langka dihargai sangat tinggi di wilayah Afrika. Benda-benda tersebut diyakini mampu memberikan kekuatan supernatural sehingga sering digunakan dalam upacara-upacara mistis. Selain itu, para pelaku perdagangan organ tubuh manusia di Afrika juga sering mendapat 'barang dagangan' mereka dari para perampok makam.
Meskipun di beberapa negara, para pelaku perdagangan organ tubuh memilih untuk memperjualbelikan organ tubuh yang masih segar dengan melakukan serangkaian pembunuhan. Pada September lalu, otoritas Kamerun menangkap 5 pelaku perdagangan tubuh manusia yang tertangkap basah membawa-bawa potongan kepala manusia saat melewati wilayah perbatasan.
(nvc/gah)











































