Bawahan Terlibat Suap & Gratifikasi Seks, Jaksa Agung Korsel Mundur

Bawahan Terlibat Suap & Gratifikasi Seks, Jaksa Agung Korsel Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Nov 2012 15:54 WIB
Bawahan Terlibat Suap & Gratifikasi Seks, Jaksa Agung Korsel Mundur
Han Sang-Dae (AFP)
Seoul - Jaksa Agung Korea Selatan (Korsel) memutuskan untuk mundur dari jabatannya terkait skandal 'memalukan' yang melibatkan bawahannya. Sejumlah jaksa senior di Korsel disebut-sebut terlibat skandal penyuapan dan gratifikasi seks.

Han Sang-Dae mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (30/11) ini di hadapan media setempat. Han membungkukkan badannya dan menyampaikan penyesalannya atas berbagai skandal yang menjerat bawahannya.

"Saya dengan sangat tulus memohon maaf kepada publik karena telah membuat masalah dan mengecewakan masyarakat dengan insiden yang memalukan seperti ini," ujar Han seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (30/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumor menyebutkan, seorang jaksa senior menerima suap dan seorang jaksa senior lainnya menawarkan keringanan hukuman terhadap seorang terdakwa dengan menerima imbalan layanan seks.

Skandal ini diperparah dengan adanya perseteruan dalam korps kejaksaan, yakni antara Han dengan rivalnya yang menduduki jabatan penting dalam departemen investigasi korupsi. Sang rival yang tidak disebut namanya ini, sibuk menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan sejumlah politisi dan pengusaha ternama di Korsel.

Kelompok oposisi, Democratic United Party, menyalahkan Presiden Lee Myung-Bak atas situasi ini. Mereka menuding Presiden Lee sengaja memanfaatkan korps kejaksaan sebagai 'senjata politiknya' dengan menunjuk orang-orang yang loyal kepadanya untuk menduduki jabatan penting.

Secara terpisah, Ahn Dae-Hee yang merupakan seorang mantan jaksa terkenal Korsel yang kini menjadi penasihat senior calon presiden Park Geun-Hye, ikut berkomentar soal carut-marut ini. Menurut Ahn, baik Han maupun para jaksa senior lainnya bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi dalam kubu kejaksaan.

"Kejaksaan jelas-jelas telah kehilangan kepercayaan rakyatnya dan juga kehilangan integritasnya, selain itu, standar etika dan disiplin kerja dalam tubuh kejaksaan telah menurun hingga ke level yang memprihatinkan," ucap Ahn.

(nvc/ita)


Berita Terkait