Wakil Marsekal Kim Jong-Gak didepak dari kursi Menhan Korut setelah baru menjabat selama 7 bulan. Penggantinya adalah Kim Kyok-Sik, yang dikenal sebagai jenderal garis keras yang diyakini berada di balik tenggelamnya kapal perang Korea Selatan (Korsel) dan serangan artileri ke wilayah perbatasan pada tahun 2010 lalu.
Demikian seperti disampaikan oleh seorang staf kepresidenan Korsel yang enggan disebut namanya, seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap dan dilansir Channel News Asia, Kamis (29/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kim berusaha memperkuat pengaruhnya dalam militer dengan melakukan penggantian sejumlah jenderal top militer dengan orang-orang yang loyal terhadapnya," ujar profesor University of North Korean Studies, Yang Moo-Jin.
Pada Juli lalu, Jong-Un menempatkan Hyong Yong-Chol yang tidak terlalu dikenal, menjadi Komandan Utama Militer Korut, yang dikenal kuat dan beranggotakan 1,2 juta personel. Yong-Chol ditunjuk menggantikan Ri Yong-Ho yang sejak lama menjadi orang dekat Kim. Alasan penggantian ini diumumkan secara resmi karena Yong-Ho menderita 'sakit'.
Namun berbagai spekulasi mencuat atas pendepakan Yong-Ho yang dikenal sebagai sosok paling berjasa dalam membantu kepemimpinan Jong-Un pasca kematian ayahnya. Penggantian Yong-Ho yang terkesan mendadak ini disebut-sebut karena Jong-Un ingin 'membersihkan' orang lama dalam pemerintahannya.
(nvc/ita)











































