Juru bicara kepolisian setempat, Sayed Sarwar Hussaini mengatakan, gadis muda itu dibunuh ketika sedang membawa air dari sungai menuju rumahnya di sebuah desa di Provinsi Kunduz, Afghanistan utara pada Rabu, 28 November kemarin.
"Kedua pria itu menyerang dia dan menggorok lehernya dengan pisau," kata Hussaini seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/11/2012). "Mereka telah ditangkap dan kini dalam tahanan polisi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekerasan ekstrem terhadap kaum wanita dan anak-anak perempuan kerap terjadi di Afghanistan. Menurut data yang dikeluarkan organisasi amal Inggris, Oxfam, 87 persen wanita Afghan melaporkan telah mengalami kekerasan fisik, seksual ataupun psikologis maupun pemaksaan pernikahan.
Bulan Oktober lalu, seorang wanita berumur 20 tahun dipenggal oleh keluarga suaminya di Provinsi Herat, Afghanistan barat setelah dia menolak untuk menjadi pelacur. Kepolisian menangkap empat orang atas pembunuhan brutal tersebut.
(ita/nwk)











































