Ledakan bom ini terjadi sekitar pukul 06.40 waktu setempat di kota Jaramana, yang terletak pinggiran Damaskus. Kota tersebut dihuni oleh mayoritas warga yang menganut Kristen dan Druze.
Organisasi pemantau HAM setempat, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan ledakan bom kembar ini merenggut 29 nyawa. Demikian seperti diberitakan Russia Today dan Reuters, Rabu (28/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat juga sejumlah mobil lainnya ikut rusak akibat tertimpa puing-puing bangunan yang hancur karena ledakan tersebut. Sejumlah saksi mata mengungkapkan, puing-puing bangunan ikut merusak sejumlah bangunan lainnya yang ada di dekat lokasi kejadian. Beberapa warga terlihat ada yang berjalan dengan kondisi kepala berdarah.
Beberapa media setempat menyebut, ledakan ini merupakan jenis yang sama yang digunakan oleh para teroris. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini.
Diketahui bahwa dalam beberapa minggu terakhir, serangkaian serangan bom melanda Damaskus. Serangan semacam ini menewaskan dan melukai puluhan warga sipil. Salah satunya serangan bom mobil pada 29 Oktober lalu yang menewaskan 10 orang dan serangan mortir pada 27 November kemarin yang menewaskan 6 orang dan melukai 12 orang lainnya.
(nvc/ita)










































