Makam Arafat Ditutup Kembali Usai Dibongkar Untuk Pengambilan Sampel

Makam Arafat Ditutup Kembali Usai Dibongkar Untuk Pengambilan Sampel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 27 Nov 2012 17:29 WIB
Makam Arafat Ditutup Kembali Usai Dibongkar Untuk Pengambilan Sampel
mendiang Yasser Arafat (Xinhua)
Tepi Barat, -

Jasad mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat kembali dikuburkan hari ini. Hal ini dilakukan setelah makamnya dibongkar untuk dilakukan pengambilan sampel guna pemeriksaan racun.

"Operasi telah selesai, makam telah ditutup kembali dan sampel-sampel telah diserahkan ke pakar-pakar Prancis, Swiss dan Rusia," kata pejabat dari komisi Palestina yang menyelidiki kematian Arafat seperti dikutip dari kantor berita AFP, Selasa (27/11/2012).

Semula pejabat-pejabat Palestina berencana menggelar seremoni militer untuk pemakaman kembali jasad Arafat setelah pembongkaran ini. Namun menurut sumber-sumber, sampel-sampel diambil dari jasad langsung dari makam, jadi tak perlu dilakukan seremoni baru untuk menguburkannya kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampel-sampel diambil dari jasad Arafat dari dalam makam dan sampel-sampel itu kemudian dipindahkan ke masjid," ujar sumber Palestina. Masjid tersebut berada di dalam area kompleks kepresidenan Muqataa di kota Ramallah, Tepi Barat, tempat makam Arafat berada.

Pengambilan sampel tersebut dilakukan oleh seorang dokter Palestina dengan disaksikan para pakar dari Swiss, Rusia dan Prancis.

Penggalian makam Arafat dilakukan terkait kecurigaan bahwa Arafat telah diracun dengan bahan radioaktif polonium. Arafat meninggal di rumah sakit militer di dekat Paris, Prancis pada 11 November 2004 silam.

Ketika itu para pakar Prancis tak bisa menyimpulkan apa penyebab kematian Arafat. Atas permintaan janda Arafat, Suha, autopsi saat itu tidak dilakukan. Namun selama ini banyak warga Palestina yang yakin bahwa Arafat telah diracun oleh Israel.

Para jaksa penuntut umum Prancis mulai melakukan penyelidikan pada Agustus lalu setelah stasiun televisi Al-Jazeera menayangkan hasil investigasi pakar-pakar Swiss. Mereka menyebutkan telah menemukan kandungan polonium pada bendar-benda pribadi Arafat. Polonium merupakan zat sangat beracun yang jarang ditemukan di luar lingkungan militer dan sains.



(ita/nrl)


Berita Terkait