Pria bernama Alejandro Leon Hurtado ini dikenai dakwaan memberi keterangan palsu soal bom di bandara. Akibat leluconnya, sebagian penumpang yang ada di bandara harus dievakuasi ke tempat aman sebagai langkah antisipasi.
Insiden ini berawal ketika petugas pemeriksa tiket di bandara memeriksa tas bawaan Hurtado. Ketika ditanya apakah dia membawa barang-barang berbahaya, pria berusia 63 tahun ini justru menjawab bahwa dirinya membawa dinamit di dalam tasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada polisi, Hurtado yang berprofesi sebagai dokter ini mengakui dirinya memang pernah sesumbar mengatakan dirinya membawa dinamit di dalam tasnya. Namun Hurtado menyebut perkataannya tersebut hanyalah lelucon belaka. Atas perbuatan isengnya, Hurtado pun harus mendekam dalam tahanan imigrasi.
Secara terpisah, pihak bandara mengungkapkan, tindakan Hurtado memaksa tim penjinak bom untuk diterjunkan ke lokasi guna memeriksa barang bawaan Hurtado. Meskipun akhirnya dinyatakan bersih dari bom, namun lelucon Hurtado ini berdampak pada operasional bandara.
Para penumpang yang ada di Terminal J harus dievakuasi ke tempat aman. Para penumpang tersebut dievakuasi selama lebih dari 1 jam.
"Area pemeriksaan tiket di lantai 2 untuk maskapai Avianca, TACA, LAN dan Caribbean Airlines, salah satunya berada dekat pemeriksaan TSA (badan keamanan transportasi AS), dan area sekitarnya yang berada di lantai dasar dan lantai 3 di Terminal J harus dievakuasi pada pukul 12.30 waktu setempat, karena ada penumpang dan barang mencurigakan," tutur juru bicara Bandara Internasional Miami, Greg Chin.
Tidak hanya itu saja, sebuah penerbangan maskapai Avianca harus mengalami penundaan selama 1 jam akibat insiden tersebut. Sejumlah jadwal kedatangan penerbangan internasional di bandara tersebut juga mengalami penundaan akibat insiden yang sama. Diketahui bahwa Terminal J melayani penerbangan domestik maupun internasional.
(nvc/ita)











































